Walikota Tidore Paparkan Potensi Daerah ke Investor Malaysia

/ Rabu, 04 April 2018 / 19.44
Walikota Tikep Hadiri Regional Investment Forum bersama Investor Malasyia
MALASYIA - Hari kedua pelaksanaan kegiatan Indonesia Archipelago Exhibition yang dilaksanakan di Kualu Lumpur Malasyia. Walikota Tidore Kepulauan H. Ali Ibrahim  berkesempatan melakukan presentasi potensi daerah di hadapan sejumlah investor Malaysia dan negara-negara ASEAN yang dipusatkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia. Rabu (4/4/2018).

Presentasi para Kepala Daerah dihadapan para investor ini merupakan bagian dari kegiatan Indonesia Archipelago Exhibition yang memberikan sesi khusus Regional Investment Forum (RIF) yang dibuka Menteri Desa dan PDTT, Eko Putro Sandjojo guna menjembatani investasi Indonesia-Malaysia untuk menindaklanjuti implementasi investasi bisnis pengusaha Malaysia di Tanah Air.

Walikota H. Ali Ibrahim pada kesempatan itu, memaparkan sejumlah potensi yang di miliki Kota Tidore Kepulauan utamanya potensi Kelautan-Perikanan, Pertanian-Perkebunan, dan sektor Pariwisata. Ia menjelaskan rencana pengembangan sektor pertanian dan peternakan di empat Kecamatan di daratan Halmahera yang meliputi Kecamatan Oba Utara, Oba Tengah, Oba dan Oba Selatan.

Di hadapan investor Walikota Tidore menyampaikan bahwa saat ini semua desa di Kota Tidore Kepulauan telah memiliki BUMDes. Oleh karenanya, para investor dapat menanamkan investasinya dan membentuk kemitraan bersama BUMDes yang telah ada untuk menjalin kerjasama saling menguntungkan.
Berkaitan soal perizinan, orang nomor di Tidore  Kepuluan itu, telah melakukan terobosan untuk mempermudah proses perizinan.

“Apabila ada investor yang mengajukan permohonan investasi dan persyaratannya telah lengkap. Maka Pemkot akan mengeluarkan izin investasi hanya selama 3 jam saja, tidak perlu berhari-hari,” tukasnya.

Walikota dalam Regional Investment Forum  telah mengajak para investor baik dari Malaysia maupun negara-negara ASEAN untuk menanamkan investasi di Maluku Utara.   Bahkan Ali Ibrahim berjanji akan membantu memfasilitasi para investor yang akan berinvestasi di daerah itu, baik untuk bertemu dengan Gubernur Maluku Utara maupun para Kepala Daerah se- Provinsi Maluku Utara .

Berkaitan dengan persoalan keamanan dan kenyamanan berinvestasi. “ Maluku Utara sangat kondusif dan sangat terbuka terhadap masuknya investor yang ingin memajukan daerah dalam rangka menyejahterakan masyarakat di daerah itu,” ungkap Ali Ibrahim.

Dalam Regional Investment Forum diikuti delapan (8) Bupati dan satu Walikota yakni Kota Tidore Kepulauan, Toraja Utara, Bima, Bolaang Mongondow Selatan, Halmahera Barat, Bone Bolango, Sambas, Buton Utara, dan Pesawaran.

Kegiatan Regional Investment Forum ini diakhiri dengan penandatanganan Surat Pernyataan Kesepakatan (letter of commitment) antara Pemerintah Daerah dengan sejumlah investor yang tertarik berinvestasi.

Hal itu dilakukan agar Pemerintah Daerah dengan para investor dapat menindaklajuti investasi dan tidak berakhir tanpa keputusan investasi.  Untuk Kota Tidore Kepulauan sendiri setidaknya ada 5 investor yang menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Tidore dan telah menandatangani letter of commitment bersama Walikota Tidore Keulauan. (dar)
Komentar Anda

Berita Terkini