Walikota Tidore Pimpin Rapat Persiapan Sail Tidore 2021

/ Rabu, 11 April 2018 / 20.07
Walikota Tidore H. Ali Ibrahim
TIDORE - Walikota Tidore Kepulauan Capt. H. Ali Ibrahim memimpin  rapat persiapan Sail Tidore yang direncanakan akan digelar pada tahun 2021 bersamaan dengan napak tilas 5 abad perjalanan Magellan.

Walikota Tidore H. Ali Ibrahim didampingi Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan M. Thamrin Fabanyo, bersama Ketua Komite Seni  Budaya Nusantara (KSBN) Mayor Jenderal TNI (Purn) Hendardji Soepandji, Laksamana Muda TNI (Purn) Iqnatius Dadiek. Sementara di ruang rapat Walikota Tidore, Rabu (11/4/2018).

Kehadiran Mayjen (Purn) Hendardji Soepandji dalam rangka untuk menghadiri HJT 910 yang direncanakan tanggal 12 April 2018 telah memegang komitmen untuk mendukung kegiatan Sail Tidore 2021.

Menghadapi hajatan berskala internasional itu, Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan telah bersiap melaksanakan Sail Tidore 2021. Sebab Kota Tidore Kepulauan masuk dalam Jaringan Global Kota Megalhen ke VII di Argentina beberapa waktu lalu yang diwakili Sekretaris Daerah Pemkot Tikep.

Pasalnya, Kota Tidore Kepulauan merupakan sentral point dari napak tilas Magellan, karenanya arah kompas yang menunjukan dunia itu bulat ditemukan di Tidore.  Pada peta perjalanan Megalhen Kota Tidore nampak jelas di peta itu membuktikan bahwa kota Tidore sudah dikenal sejak dulu karena rempah-rempahnya seperti cengkeh, pala dan kayu manis.

Olehnya itu, Pemkot Tidore Kepulauan sepakat bahwa hal tehknis harus dipersiapkan secara matang dan menggunakan sistem Multy Years dalam mempersiapkan infrastuktur.

Hendarji sendiri meminta agar persiapan Sail Tidore ini bukan hanya untuk persiapan seremonial saja,  Tapi harus berkelanjutan. Agar masyarakat juga bisa ikut merasakan dari dampak kegiatan ini (Sail Tidore).

Dalam rapat itu menekankan beberapa factor, yakni pertama pariwisata global mengenai wisata bahari (akses, atraksi, akomodasi dan sarana prasarana). Kedua, faktor ekonomi diharapkan kegiatan Sail Tidore juga bisa berdampak langsung maupun tidak langsung dengan ekonomi masyarakat Tidore Kepulauan secara khusus dan secara umum masyarakat Provinsi Maluku Utara. Ketiga, faktor Pemanfaatan Tehknologi, dan Keempat Faktor Ilmu Pengetahuan terkait tentang Pembangunan Museum.(dar)
Komentar Anda

Berita Terkini