Wawali Tidore Pimpin Rapat Mediasi Sangketa Tapal Batas

/ Rabu, 25 April 2018 / 22.21
Wakil Walikota Tikep Muhammad Sinen didampingi Kadis PMD Hamid Abdullah saat memimpin rapat mediasi, Rabu (25/4)

TIDORE - Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan (Tikep) kembali mengundang tokoh-tokoh masyarakat Desa Toseho dan Desa Tului untuk melakukan rapat mediasi. Rapat mediasi tersebut  untuk menyelesaikan konflik sangketa tapal batas kedua desa.

Rapat tersebut dipimpin Wakil Walikota Tidore Muhammad Sinen didampingi Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi Pembangunan Halil Ahmad dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kota Tikep Hamid Abdullah beserta Pimpinan SKPD yang berlangsung kurang lebih selama 2 jam, bertempat di ruang rapat Walikota Tidore. Rabu (25/4/2018).

Mengawali rapat tersebut salah satu tokoh masyarakat Desa Toseho bernama  Nur menyampaikan, sebelum rapat dimulai diperlukan keseriusan dari tokoh-tokoh masyarakat kedua pihak dengan memenuhi kehadiran pada rapat.

Pasalnya,  kehadiran tokoh dari Desa Tului dalam rapat  bersama wawali hanya dihadiri 3 orang sedangkan dari Desa Toseho dihadiri 11 orang.
Menurut Nur,  rapat ini merupakan hal yang penting untuk capai kesepakatan bersama bagaimana mungkin kesepakatan itu terjadi apabila kita sendiri tidak serius dengan pertemuan hari ini,” cetus Nur.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kota Tidore Kepulauan Hamid Abdullah menyatakan, rapat mediasi sudah dilakukan sebanyak 6 kali termasuk pertemuan hari ini namun belum ada kesepakatan.

Dengan begitu, kata Hamid, dalam pertemuan ini harus ada negosiasi yang tidak perlu ada kata-kata mengalah dan menang atas kesepakatan yang dibuat. Akan tetapi,  harus kesepakatan bersama adalah bentuk kepedulian kedua desa untuk melihat kepentingan masyarakat kedua desa, tegasnya.

Dalam rapat tersebut Wawali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen memberikan waktu selama 15 menit  kepada kepada desa toseho dan  kepala desa tului yang diwakili masing-masing desa sebanyak 3 orang didampingi Kepala Bidang dari Dinas PMD untuk melakukan negosiasi internal kedua desa yang kemudian hasil dari negosiasi tersebut akan ditindaklanjuti oleh Pemkot Tidore Kepulauan.

Usai negosiasi antara kedua desa tersebut, Wawali kemudian membuka rapat kembali dengan agenda mendengarkan hasil negosiasi, namun dari hasil pertemuan internal itu ternyata belum ada kesepakatan diantara kedua desa. Karena tidak kesepakatan, Wawali Kota Tidore Kepulauan berinisiatif akan mengambil langkah untuk menentukan tapal batas diantara kedua desa.
Ia menekankan, kesepakatan terjadi apabila kita melihat persoalan tapal batas ini dengan pikiran dan hati yang bersih, ikhlas dan meminta dengan kerendahan hati agar selalu menjaga kerukunan demi masa depan daerah Kota Tidore Kepulauan.

“ Jaga keamanan agar tetap kondusif jangan terpancing emosi, jangan terpancing dengan ulah provokator, apalagi melihat situasi saat ini kita diperhadapkan dengan momentum Pilkada dan pemilu serentak 2019. Mari kita jaga kerukunan dan keamanan. kalau bukan kita yang jaga siapa lagi?” tegas Wawali.

Dalam pertemuan itu, Wawali kemudian membatalkan keputusan yang telah disepakati tanggal 24 April kemarin. Rencananya  penentuan tapal batas akan diputuskan tanggal 27 April mendatang.


“ Akan lebih baik apabila pemkot melakukan pengkajian ulang dengan lebih matang dan melibatkan semua pihak termasuk pihak kesultanan Tidore, tokoh-tokoh dari Desa Toseho dan Desa Tadupi, jajaran OPD Pemkot Tidore Kepulauan,” ujarnya. (dar)
Komentar Anda

Berita Terkini