Bawaslu Malut Selidiki Video Money Politik Kampanye AHM-Rivai

/ Selasa, 15 Mei 2018 / 22.17
Divisi Penegakan Hukum Bawaslu Malut, Aslan Hasan. (15/5)
TERNATE- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Maluku Utara siap menelusuri dugaan money politik yang terjadi saat kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ahmad Hidayat Mus – Rivai Umar (AHM-Rivai ) yang dilaksanakan di Lapangan Perikanan Nusantara pada tanggal 12/5 beberapa waktu lalu.

Dalam video Kampanye AHM-Rivai yang telah beredar terlihat Calon Gubernur Ahmad Hidayat Mus mengeluarkan Sesuatu dari kantong celananya untuk di berikan kepada masa yang menghadiri kampanye yang diduga adalah Uang.

Divisi Penegakan Hukum Bawaslu Malut, Aslan Hasan saat di konfirmasi menyampaikan dugaan pembagian uang saat kampanye terbuka pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ahmad Hidayat Mus - Rivai Umar (AHM-Rivai)  saat ini masih di telusuri oleh bawaslu. Selasa (15/5/2018)

“pasalnya beredarnya video tersebut memunculkan berbagai persepsi (pandangan) dari masyarakat dan berharap agar bawaslu menindak lanjuti kebenaran video tersebut dalam proses pemeriksaan”. Ungkap aslan

Menurutnya secara kelembagaan hal itu telah dibahas didalam pimpinan bawaslu, prinsipnya kami akan tetap menindak lanjuti hal itu  tetapi ada beberapa pertimbangan yang menjadi kendala dalam proses pemeriksaan.

“sebab money politik di dalam Undang-Undang Pilkada dan peraturan KPU  subjeknya ada pada dua pihak baik pemberi maupun penerima.

saat ini Bawaslu belum bisa deteksi siapa penerimanya karena tidak bisa hanya memeriksa pemberinya tetapi harus memeriksa penerimanya juga.

 “kita tidak boleh memeriksa hanya satu subjek harus kedua-duanya baik pemberi dan penerima harus sama sama diperiksa jika hanya satu pihak yang di periksa maka  tidak bisa ditindak lanjuti dan itu menjadi kelemahan yang pertama kemudian kedua jarak pengambilan vidio rekaman tidak kelihatan objek yang diberikan atau barang itu belum terdeteksi”.jelasnya

Maka harus mengunakan pemeriksaan dengan digital forensik sebab tanpa pemeriksaan digital forensik objeknya tak dapat diketahui dan itu merupaka salah satu alternatif untuk mengetahui apakah objek tersebut.

“ selain itu dapat di ketahui juga apabilah penerima sendiri yang mengaku bahwa yang diberikan adalah uang maka Bawaslu bisa telesuri dari pengakuan penerima dan menindak lanjutinya”.Tutur Aslan (RN)
Komentar Anda

Berita Terkini