Boikot Kegiatan POPDA Malut, PASI Malut Kecewa Dengan Sikap Dispora Kota Ternate

/ Kamis, 03 Mei 2018 / 15.26

Sukarjan Hirto (Kadispora Kota Ternate)

TERNATE - Sekretaris Persatuan Atlit Seluruh Indonesia (PASI) Maluku Utara Mursid Marsabesy sangat kecewa dengan sikap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Pemkot Kota Ternate. Pasalnya, kegiatan yang sedianya dilaksanakan sekitar pukul 07.00 WIT tiba-tiba datang seorang petugas penjaga lapangan Stadion Gelora Kie Raha Ternate melarang, untuk digunakan atas arahan Kadispora Kota Ternate.

" Saya sebagai penanggungjawab cabang olaraga atletik kecewa dengan sikap Kadispora Kota Ternate Sukarjan Hirto. Sebagai kadispora sebaiknya  jangan bertindak seperti itu, apalagi yang kami laksanakan ini adalah kejuaraan nasional. Bukan kejuaraan kampung-kampung, bila mana ada orang dari luar mari kita bawah baik-baik, jangan seenaknya menutup lapangan seperti itu. kita sebagai tuan rumah pekan olaraga daerah (POPDA IX) harus membawa tamu sebaik mungkin bukan menunjukkan sikap seperti ini,” kesal Mursid Marasabessy kepada wartawan di halaman hotel corner peace ternate. Kamis,(3/5).

Hal itu berbuntut pada sejumlah altlit yang usianya sudah lewat, namun masih di ikut sertakan dalam gelaran POPDA tingkat Provinsi tahun ini. Inilah yang menjadi alasan Kadispora Kota Ternate melarang penggunaan lapangan Stadion Gelora Kieraha Ternate.

Menurut Kadispora Kota Ternate Sukarjan Hirto, saat dikonfirmasi wartawan. Dia menyatakan kegiatan cabang atletik semalam tim dari kontingen Kota Ternate telah menyampaikan surat resmi terhadap panitia provinsi terkait dengan beberapa atlit yang usianya lewat.

"Yang kami telusuri baru satu cabor, ternyata cabang olahraga bola volly ada salah satu atlit manipulasi data, dan  saya sudah wanti-wanti dari awal. Pada saat POPDA ini mau dilaksanakan banyak hal yang diproses, tapi itu diabaikan oleh panitia,” ujar Sukarjan.

Karenanya, kata Sukarjan, kegiatan POPDA yang dimaksud itu harus bersih, tidak ada data yang manipulasi, ini sesuai aturan. Sebab setiap rapat selalu disampaikan hal-hal seperti itu bahwa data manipulasi itu harus di stop.

“ POPDA ini bagaimana melakukan pembinaan terhadap generasi kita yang ada di Maluku Utara,” tegasnya. (YSM)
Komentar Anda

Berita Terkini