Curhat Soal Gaji Terlambat di Medsos, Ketua Komisi III Dikecam

/ Sabtu, 05 Mei 2018 / 00.05
Foto : Postingan Ketua Komisi III DPRD Halsel Abd. Rahman Hamzah


HALSEL - Publik Halmahera Selatan dikejutkan dengan unggahan salah satu wakil rakyat di parlemen melalui akun media sosialnya. Lewat akun Facebook-nya, Al Batcany Hamzah, Ketua Komisi III DPRD Halsel Abd. Rahman Hamzah mengungkapkan kondisi internal Sekretariat Dewan (Setwan) Halsel yang rupanya tengah memanas.

"Sekretariat DPRD Halsel antara virus/racun dan madu. Ketidaknyamanan mulai dirasakan anggota DPRD Halsel," tulisnya, Jumat (4/5/2018).

Dalam unggahannya, politisi Partai NasDem itu juga menuliskan penyebab ketidaknyamanan para wakil rakyat itu, yakni tidak harmonisnya hubungan para staf Setwan.

"Hal ini terjadi karena ketidakharmonisan antara Bendahara Keuangan DPRD, Kabag Keuangan DPRD, dan Sekwan yang berakibat administrasi para anggota DPRD juga tidak diurus," sambungnya dalam postingan yang sama.

Akhir dari postingan tersebut, Abd. Rahman mengeluhkan soal gaji Mei mereka yang terlambat lantaran tidak terurusnya administrasi dari Setwan.

Dia juga menyalahkan Ketua DPRD yang dianggapnya acuh tahu dengan kondisi tersebut. "Contohnya gaji para anggota sampai jam ini belum diterima. Dan ketidakharmonisan ini juga dibiarkan oleh Ketua DPRD alias dia masa bodoh. Untuk itu butuh dokter atau Bupati segera memanggil pihak terkait menyelesaikan konflik di lingkungan Sekretariat DPRD Halsel," begitu bunyi akhir unggahan tersebut.

Unggahan itu mendapat tanggapan beragam dari para warganet. Ada yang menanggapinya dengan candaan, ada pula yang menyayangkan sikap Abd. Rahman yang mengunggah hal-hal semacam itu di medsos. "Abang anggota dewan curhat masalah RT nih. Artinya sudah harus dicarikan obat," komen akun atas nama Sadia Iskandar Alam.

Saat dikonfirmasi Nusantaratimur.com, Abd. Rahman membenarkan situasi internal Setwan yang membuat tidak nyaman. Dia menuturkan, situasi itu disebabkan ketidaksukaan antara staf dengan pimpinan di lembaga tersebut.
Abd. Rahman sendiri berkilah keterlambatan gaji bukan masalah utamanya. Menurutnya, tidak harmonisnya hubungan para staf mengakibatkan abainya sejumlah urusan administrasi.

"Itu (keterlambatan gaji, red) contoh saja. Karena mestinya kan gaji sudah terima. Tapi faktanya karena administrasi yang tidak ada maka hasilnya nol. Jika hal ini tidak disikapi maka akan berbuntut pada tugas-tugas DPRD," terangnya.

Sementara Ketua DPRD Halsel Umar Hi Soleman yang dikonfirmasi enggan berkomentar banyak. Politisi Partai Golkar ini beralasan ia tengah berada di luar daerah. "Saya kebetulan lagi di Jakarta, jadi coba konfirmasi ke Waka I dan Waka II. Mereka lah yang lebih tahu kondisi di situ," katanya.

Langkah Abd. Rahman Hamzah yang memilih curhat di medsos ini mendapat kecaman Tokoh Masyarakat Halsel Ali Djaidun. Ali menegaskan, seorang wakil rakyat seharusnya lebih mengutamakan kepentingan publik.

"Utamakan kepentingan rakyatnya, bukan mengutamakan kepentingan pribadi," tegas mantan anggota DPRD Halsel tersebut.

Menurutnya, masih banyak hak-hak rakyat yang patut diperjuangkan oleh para wakil rakyat. Karena itu, sangat tidak elok jika yang diperjuangkan hanya kepentingan uang DPRD.

"Istilahnya, rakyat makan dulu baru pemimpin. Masih banyak masalah di Halsel yang seharusnya diutamakan ketimbang ribut soal gaji yang terlambat beberapa hari," kritiknya.

Ali juga membandingkan dengan kondisi para guru dan tenaga medis kontrak yang gajinya ditunggak berbulan-bulan lamanya. Dalam situasi seperti itu, DPRD tak bersuara sevokal seperti sekarang ini.

"Karena itu saya imbau agar rakyat Halmahera Selatan bisa menjadikan ini sebagai contoh pembelajaran agar ke depan memilih wakil rakyat bukan hanya yang mementingkan kepentingan pribadi," tandasnya. (iel)
Komentar Anda

Berita Terkini