Masyarakat Dokiri Palang Kantor Lurah, Ada Apa?

/ Jumat, 11 Mei 2018 / 18.10
Warga saat saat memalang kantor Kelurahan Dokiri, Kota Tidore Kepulauan. Jumat (11/5)

TIDORE -  Masyarakat  Kelurahan Dokiri, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan  menggelar aksi dengan cara melakukan pemalangan  terhadap  kantor  kelurahan dokiri. Pasalnya  pemalangan  itu disebabkan atas  dugaan perselingkuhan  yang dilakukan  oleh  Kepala  Kelurahan Dokiri  yang  berinisial SM asal kelurahan Toloa yang saat ini berdomisili di kelurahan Dokiri dengan  AT asal kelurahan Toloa. Kini AT diketahui sebagai suami sah dari SF.

Merasa nama baik kampung Dokiri dirugikan atas perbuatan kepala kelurahan. Warga setempat  meluapkan kemarahannya dengan cara  memalang kantor kelurahan sebagai bentuk protes. Menurut warga sebagai pemimpin sangat tidak etis, jika  kelakuannya seperti  itu apalagi diduga  selingkuh dengan suami orang sesuai  dengan  pemberitaan  beberapa hari lalu.

Menurut Sukardi Jumati, warga Dokiri, saat ditemui wartawan media ini kantor lurah dokiri. Dia mengatakan, Kepala Kelurahan seharusnya  memberikan  teladan dan contoh  yang baik terhadap masyarakat. Bukan melakukan aktivitas yang  tidak memberikan dampak baik terhadap masyarakat dan mencemari nama baik kampong ini.

“ Sebagai  pucuk pimpinan seharusnya dapat  memberikan sesuatu yang baik  terhadap masyarakat di sini. Apa yang lakukan saat ini  sebagai  bentuk  protes  terhadap pemerintah daerah, kami  melihat  sejauh mana reaksi pemerintah daerah atas  perbuatan  yang  dilakukan lurah Dokiri SM, karenanya kami  selaku generasi muda merasa dirugikan, mestinya lurah  memberikan  contoh yang baik terhadap generasi muda, tapi malah sebaliknya," tandasnya.

Tak hanya itu, masyarakat  kelurahan  dokiri  juga  meminta  lurah dokiri segera dicopot dari  jabatannya, sebab  tingkah laku dan perbuatannya tidak mencerminkan sebagai sosok  pimpinan. 

" Kami  masyarakat kelurahan dokiri meminta  kepada pemerintah daerah agar  segera copot  jabatan  Kepala Kelurahan Dokiri," desak Sukardi.

Sukardi  menegaskan, pemalangan kantor lurah tersebut atas  dasar  kesepakatan  bersama antara masyarakat  baik, ketua Rukun Tetangga (RT) maupun Rukun Warga (RW).  Untuk itu, perilaku dan tindakan  seseorang lurah telah  mencemari nama baik masyarakat Dokiri, sehingga  masyarakat  dokiri  mendesak Walikota Tidore segera diganti dan itu harga mati," tukas Sukardi. (dar)
Komentar Anda

Berita Terkini