Dishub Halsel Ancam Tarik Mobil Bantuan Kemendes

/ Senin, 21 Mei 2018 / 20.25
Mobil bantuan dari Kemendes

BANYAK MANFAAT: Mobil bantuan Kemendes yang disalurkan untuk desa-desa terisolasi di Halmahera Selatan. Bantuan ini diklaim desa amat bermanfaat bagi kebutuhan masyarakat

HALSEL - Kepala Dinas Perhubungan Halmahera Selatan Soadri Ingratubun mengaku tak akan segan menarik mobil bantuan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang telah diserahkan ke beberapa desa di Halsel. Ancaman ini dilontarkan Soadri lantaran desa-desa penerima bantuan belum juga mendirikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Padahal, kendaraan bantuan tersebut seharusnya dikelola Bumdes.

Menurut Soadri, desa penerima bantuan mobil Kemendes adalah desa-desa terisolasi seperti Belang-Belang dan Indomut di Kecamatan Bacan. Bumdes kedua desa ini juga belum terbentuk hingga kini meski mobil bantuan telah dimanfaatkan. "Karena itu kami akan tarik dan menyerahkan ke desa lain yang lebih siap menerima," kata Soadri, Senin (21/5/2018).

Sementara Kepala Desa Belang-Belang Suaib Yunus membantah jika desanya disebut tak siap menerima bantuan berupa mobil transdesa tersebut. Dia menuturkan, dalam pendirian Bumdes pihaknya tidak mengalami kendala. Hanya saja saat ini masih menunggu kelengkapan administrasi. "Untuk Desa Belang-Belang Bumdes-nya sudah kami bentuk, sisa akta notaris," ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya memang terlambat melaporkan pembentukan Bumdes ke Dishub. Pasalnya, Bumdes sendiri merupakan hal baru bagi para kepala desa sehingga dalam penyusunan membutuhkan tahapan pengkajian untuk kelangsungan Bumdes itu sendiri. "Yang jelas mobil bantuan itu harus dikelola Bumdes. Soal keterlambatan laporan yang Kadis maksud itu benar karena Bumdes juga merupakan hal baru bagi para kepala desa jadi butuh tahapan pengkajian," ujarnya.

Menurut Suaib, lahirnya Bumdes diharapkan dapat melahirkan paradigma baru untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Hal ini sejalan dengan adanya mobil transdesa dari Dishub. "Kendaraan itu kami kira sangat bermanfaat bagi masyarakat yang memiliki rentang kendali yang cukup jauh dari desa ke kabupaten. Kenapa saya bilang mobil transdesa sangat bermanfaat karena saya ambil contoh kasus di desa, ada beberapa manfaat yang sangat mendasar. Yakni mobil transdesa bisa dimanfaatkan untuk ambulans di desa. Juga membantu para siswa-siswi SMP dan SMA yang memiliki keterbatasan transportasi dari desa ke sekolah yang ada di kabupaten," terangnya.

Bahkan dengan adanya mobil transdesa, sambung Suaib, desa mampu melayani secara gratis pelajar SMP dan SMA sejak 2017. Begitu juga dengan masyarakat yang sakit yang perlu dibawa ke rumah sakit. "Juga mampu melayani kebutuhan masyarakat lain seperti membawa hasil tani ke kabupaten. Jadi mobil transdesa mampu memberikan solusi baru dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu pemerintah desa dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan instansi terkait yang telah menyalurkan mobil ini untuk desa kami," tandasnya.(iel)
Komentar Anda

Berita Terkini