Genjot PAD, Pemkab Halsel Bangun Empat Pasar

/ Kamis, 03 Mei 2018 / 13.07
Kondisi Pasar Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur yang akan di renovasi tahun ini. (Foto : Sahril/Nusantaratimur.com)
HALSEL-  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel) terus menggenjot sektor ekonomi kerakyatan. Tahun ini, empat pasar tradisional bakal dibangun untuk memudahkan akses perputaran ekonomi masyarakat. Pasar-pasar ini juga diharapkan dapat menjadi pos Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang efektif.

Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Pemkab Halsel Ety Julianty menuturkan, keempat pasar tersebut tersebar di berbagai wilayah Halsel. Yakni di Desa Laiwui, Kecamatan Obi, Desa Tuokona, Kecamatan Bacan Selatan, Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, dan Desa Wayaua, Kecamatan Bacan Timur Selatan. Pembangunan empat pasar ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Tujuannya adalah untuk menggenjot sektor perekonomian rakyat Halsel dari keterpurukan menjadi lebih baik," ujar Ety kepada nusantaratimur.com, Kamis (3/5/2018).

Dia menjabarkan, pembangunan pasar tersebut diharapkan akan membantu daerah dari sektor PAD. Apalagi setelah Pasar Labuha terbakar 2017 lalu.

"Jujur saja, setelah peristiwa terbakarnya bangunan pasar sangat mempengaruhi PAD. Untuk itu saya berharap PAD yang hilang itu bisa digarap kembali," jabarnya.

Ia menargetkan, pada 2019 mendatang seluruh kecamatan di Halsel sudah memiliki pasar sebagai sarana perputaran ekonomi. Untuk itu pihaknya bakal berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk membicarakan tanggung jawab masing-masing.

"Memang target kami setiap kecamatan harus ada pasar, misalnya di Kecamatan Kayoa dan Saketa Kecamatan Gane Barat," tuturnya.

Pembangunan pasar-pasar ini juga diharapkan dapat melibatkan seluruh elemen. Seperti pemerintah desa dan kecamatan untuk memfungsikan pasar nantinya."Harapan kami pihak desa dan kecamatan lebih proaktif," kata Ety.

Sementara itu, data yang diperoleh nusantaratimur.com menyebutkan proyek pembangunan Pasar Tuokona sudah tuntas ditenderkan. Proyek senilai Rp 2 miliar itu bakal dikerjakan CV Metro Sinar Galesong. Sedangkan Pasar Laiwui senilai Rp 1 miliar akan dibangun CV Bangun Maluku Pratama. Pembangunan gedung Pasar Wayaua yang juga bernilai Rp 1 miliar akan dikerjakan CV Haiyaklo U2 Solution sebagai pelaksana.

Di sisi lain, Pasar Babang sendiri hanya akan direnovasi. Pasalnya, bangunan pasar di daerah pelabuhan itu sudah dibangun pada 2013 hanya saja belum masuk kategori layak. Pembangunan pasar ikan Babang pada 2013 lalu memakan anggaran sebesar Rp 350 juta yang dikerjakan CV Ira Pratama. Lalu pada 2014 Pemkab kembali mengalokasikan pembangunan kios-kios senilai Rp 1,2 miliar dimana CV Yuban Group menjadi pemenang tendernya. (iel)
Komentar Anda

Berita Terkini