IAKMI Malut Dikukuhkan

/ Sabtu, 05 Mei 2018 / 02.00
Musda IAKMI Maluku Utara

TERNATE - Pengukuhan sekaligus Rapat Kerja Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Maluku Utara Periode 2018-2021 yang di gelar di gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah (UMMU) Maluku Utara. Jumat (4/5).

Ketua Umum IAKMI Pusat, Ridwan Taha menyatakan kehadiran IAKMI bagaimana mengembangkan tenaga kesehatan menjadi lebih baik, untuk membantu Maluku Utara mencapai derajat kesehatan. Maluku Utara salah satu provinsi yang hasil kesehatanya belum sebaik daerah lain, karena Maluku Utara belum lama lepas dari Maluku, dan  dianggap masih terbelenggu dengan keterbelakangan.

Lanjut Ridwan, salah satu indikasinya adalah pelayanan manajemen kesehatanya tidak berjalan dengan baik. karena peran tenaga kesehatan masyarakat, yang menguasai disiplin manajemen pelayanan kesehatan itu tidak optimal difungsikan. Hal ini masuk dalam bagian salah satu misi dari perjuangan IAKMI agar adanya tenaga-tenaga  kesehatan itu bisa berfungsi dengan baik. Padahal, tenaga kesehatan masyarakat (KESMAS) dalam mengelola tata kelola manajemen pelayanan kesehatan mulai dari pelayanan kesehatan primer sampai pada tingkat skunder pasien.

" Maluku Utara ini terus terang saja ada keinginan besar untuk maju. namun masih belum bisa, mungkin mental model kita saja ini saatnya bekerja, membantu dan memotivasi masyarakat untuk agar mereka berpartisipasi. Maksudnya bukan untuk memyumbang  namun bagaimana dibuat dirinya masing-masing sehat, itu saja," ujar Ridwan.

“ Selama ini program-program untuk memotivasi masyarakat membuat diri mereka sehat itu belum jalan. Itu sebabnya, Maluku Utara selalu di identikan dengan Maluku, Papua, Papua Barat, Tapi kenapa Maluku Utara terlambat, karena orang Maluku Utaranya yang belum maju,” sambung Ridwan.

Dia berharap, rapat erja ini bisa merumuskan berbagai soal. Yang pertama soal bagaimana memastikan tenaga kesehatan masyarakatitu mendapat STR  karena mereka bisa berperan pada pelayanan kesehatan, syaratnya yaitu STR. Faktanya STR itu membutuhkan sertifikat kompetensi, dan hanya bisa di peroleh jika lulus mengikuti  ujian kompetensi. Kebanyakan di kawasan timur Indonesia bukan saja Maluku utara itu nilainya rendah semua.

“ Maka peran IAKMI ini adalah, bagaimana mengajak perguruan tinggi,  tiga prodi Kesehatan Masyarakat bekerja sama membangun kemampuan untuk menjawab soal-soal uji kompetensi. Agar nanti mahasiswa tidak banyak yang nganggur, dan bisa memperoleh STR,” ujarnya.

Nani Supriyanti, selaku ketua panitia menambahkan, kegiatan ini merupakan pelegalan kita saja. terus sekalian program kerjanya yang dari pusat di bawa langsung ke sini dan kita godok di sini program kerjanya.

“ Setelah ini kita ada issu besar, salah satunya program pemerintah tentang tembakau yang memang sampai sekarang belum bisa di turunkan angka merokok, khususnya di Maluku Utara masih banyak, ini adalah salah satu isu terbesar," tuturnya.

“ Kemudian ada juga stanting kependekan pada balita, ada juga indulisasi. Issu terbesar itu yang akan dilakukan dalam program kerja IAKMI ke depan,” ujarnya.

Harapanya bahwa IAKMI ini tidak hanya pada saat pengukuhan sajah, dan terpilih. Tapi Program kerjanya dapat terlaksana dan bermitra dengan para organisasi profesi lainya dalam pemerintah setempat di Maluku Utara, tutupnya. (cul).
Komentar Anda

Berita Terkini