Inilah Kesepakatan Bersama Tata Cara Kampanye di Bulan Suci Ramadhan

/ Kamis, 03 Mei 2018 / 23.08
Bawaslu Malut rakor bersama Tim Paslon beserta Stakeholders, Kamis (3/5)
TERNATE- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Maluku Utara mengelar rapat koordinasi (Rakor) tentang pelaksanaan kampanye putaran kedua yang bertepatan dengan bulan suci ramadhan.

Dalam Rakor tersebut dihadiri oleh perwakilan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kejaksaan Tinggi Malut, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Kantor Wilayah Agama (Kanwil) dan beserta Tim Pasangan calon Gubernur dan Wikil Gubernur Maluku Utara.

Tujuan rakor dilaksanakan untuk mendengar masukan sekaligus menentukan tata cara pelaksanaan kampanye putaran kedua berlangsung selama dua jam itu. Dalam rangka memperoleh sebuah hasil yang telah di sepakati bersama baik penyelengara pemilihan umum maupun para tim pasangan calon.

Ketua Bawaslu Malut, Muksin Amrin menyatakan hasil rakor bersama stakeholders menghasilkan sebuah kesepakatan bersama  yang diharapkan dapat di taati bersama selama penyelengaaran kampanye di bulan suci ramadhan. Meningat, jadwal kampanye masuk di bulan puasa, maka kampanye akan  dilaksnakan setelah ibadah sholat tarawih.

Lanjut Muksin, selain kampanye, paslon juga dapat melakukan  aktifitas  kegiatan yang sifatnya keagamaan seperti buka puasa bersama, tarawih bersama dan tausyiah bersama. Akan tetapi, kegiatan yang dimaksud harus dilakukan pada wilayah atau zona kampanye para paslon.

“ Kalau bukan di zona kampanye tidak boleh dilakukan, jika nantinya kedapatan melakukan hal itu. Maka dianggap sebagai sebuah pelanggaran, selain itu harus  diluar dari mesjid atau tempat ibadah lainnya,” tegas Muksin sembari mengingatkan kepada tim paslon.

Dia juga menegaskan, jika kampanye sebelum tarawih bisa dilakukan di rumah paslon atau rumah ketua tim yang berdekatan dari tempat ibadah. Apabila kampanye tersebut dilakukan setelah tarawih, maka harus berjauhan dari tempat ibadah. Sebab hal tersebut memungkinkan dapat menganggu orang yang sedang tadarusan, sehingga jarak atau radius bisa sedikit jauh, karena nanti bunyi sound system pasti akan menganggu orang lagi tadarusan, tandas Muksin.

Muksin juga mengingatkan, dalam pelaksanaan kampanye dilarang membagikan sembako, infaq maupun sedekah saat pelaksanaan kampanye, karena kalau itu dilakukan kategorinya politik uang  dan hal itu akan di awasi oleh GAKKUMDU.

“ Urusan infaq atau sedekah itu urusan personal, bukan urusan tim karena mencari pahala itu bukan berkelompok, cari pahala bersifat individual,” ujarnya.

Karenanya, kata Muksin, hal itu dapat dilakukan oleh individu masing-masing misalnya pasangan si A individunya calon gubernur membagikan  santunan untuk  anak yatim dirumahnya itu tidak masalah sepanjang tidak  dilakukan pada saat momen kampanye.

“Apalagi pembagian infaq dan sedekah tersebut  bernuansa politis dengan adanya tim kampanye, misalnya kegiatan di rumah kandidat kemudian terpantau di situ ada tim lalu membagikan sembako itu nanti berurusan dengan GAKKUMDU,”pungkas Muksin.

“ Hasil kesepakatan bersama ini, nantinya setiap  poin-poin ini kami akan tuangkan di dalam surat pemberitahuan,”ujarnya. (RN)
Komentar Anda

Berita Terkini