Jasad Korban Pencari Kayu Gaharu Ditemukan Membusuk

/ Minggu, 13 Mei 2018 / 16.54
Jasad Taher Rasaji saat ditemukan warga di hutan tepatnya di Desa Bere-Bere,  Pulau Morotai. Minggu (13/5)
MOROTAI - Jasad korban pencari kayu gaharu ditemukan membusuk ditengah hutan belantara di Desa Bere-Bere sekitar pukul 16.00 WIT.  Korban  di ketahui bernama Taher Rasaji warga Desa Totodoku, Kecamatan Morotai Selatan,  Kabupaten Pulau Morotai.

Berdasarkan keterangan dari rekan korban bernama Samsur saat di konfirmasi Media Nusantaratimur.com, Minggu (13/05/2018) waktu setempat. Samsur menuturkan bahwa korban bersama dirinya beserta beberapa rekan lainnya telah mencari kayu gaharu di hutan belakang Desa Bere-Bere sejak hari selasa tanggal 1 Mei 2018 lalu. Saat di hutan, mereka terlebih dahulu membuat camp sambil mengumpulkan hasil kayu gaharu yang didapatkan, ungkap Samsur.

Tepatnya hari Jumat tanggal 3 Mei, Kata Samsur, pencarian kayu membuah hasil yang bagus, lalu kemudian mereka bergegas berpindah ke tempat yang lain, disitulah korban menghilang tidak tahu kemana tanpa pamit, tutur Samsur.

Masih kata Samsur, dia bersama rekan-rekan pencari kayu Gaharu, sedangkan yang lainya melakukan pencarian dengan menyisir hutan yang ada, namun upaya pencarian tidak membuahkan hasil, sementara stok ketersediaan makanan sudah habis, sehingga mereka harus kembali ke kampung.

"Kami sudah melakukan pencarian beberapa hari dalam hutan tapi kami tidak temukan korban, melihat sisa anggaran makanan pun habis, sehingga harus balik ke kampung untuk mengambil bahan makanan,” beber Samsur.

Semenjak korban hilang beberapa hari lalu. Dirinya bersama teman-temannya menginformasikan ke pihak keluarga dan masyarakat desa setempat bahwa korban Taher Rasaji telah hilang di hutan, sehingga warga pun ikut membantu melakukan pencarian terhadap korban.

" Upaya pencarian terus dilakukan berulang kali, akhirnya kami menemukan korban dengan kondisi tidak bernyawa dan membusuk di tengah hutan bere-bere sekira pukul 16.00 wit," ujarnya.

Jasad korban kemudian dibawa ke kampung halamannya Desa Totodoku sekira pukul 16.20 wit, untuk gremasi dan langsung dimakamkan karena jasad korban sudah dalam keadaan membusuk dan hancur, tutupnya. (YSM)
Komentar Anda

Berita Terkini