Kabag Risalah DPRD Kota Ternate di Periksa Bawaslu Malut

/ Jumat, 04 Mei 2018 / 11.27
Proses Pemeriksaan Kabag Risalah Sekertariat DPRD Kota Ternate, Firdaus A Ismail di Kantor Bawaslu Malut, Jumat (4/5)

TERNATE - Kepala Bagian Risalah Sekretariat DPRD Kota Ternate, Firdaus A Ismail pagi tadi, Jumat (4/5). Akhirnya memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Maluku Utara.  

Pemanggilan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) itu. Perihal postingan gambar berada di akun facebook pribadinya bernama Firdaus A. Ismail Tomawonge yang terlihat sedang selfie sambil mengangkat tangan dengan simbol dua jari usai mengikuti perayaan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 2 Mei 2018 kemarin.

Pasalnya, simbol dua jari di identik dengan salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara nomor urut 2 Burhan Abdurahman - Ishak Jamaluddin (Bur-Jadi). Pemeriksaan Firdaus A. Ismail. Hal itu dibenarkan Koordinator Devisi Hukum Bawaslu Malut,  Aslan Hasan ditemui tadi pagi di Kantor Bawaslu Malut, jalan Makugawene, Kelurahan Tabona, Kota Ternate. Jumat (4/5/2018).

“ Tadi kita sudah laksanakan klarifikasi terhadap yang bersangkutan, dan yang bersangkutan telah memenuhi panggilan dengan hadir untuk di periksa kemudian kita periksa dengan  meminta informasi-informasi sesuai kepentingan klarifikasi,” ungkap Aslan.

Lanjutnya Aslan,  Bawaslu Malut sudah menyampaikan sejumlah hal yang ingin diketahui dari yang bersangkutan termasuk maksud dari postingan itu, kapan waktunya, siapa yang memposting, tujuan dari postingan tersebut, makna dari gestur tubuh yang mengacungkan simbol dua jari tangan, kemudian pengetahuan dia (Firdaus-red) tentang netralitas ASN seperti apa ? dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

“ Dari pertanyaan itu yang bersangkutan telah memberikan keterangan bahwa  hari itu, hari pendidikan nasional tanggal 2 Mei. Jadi maksud postingan dua jari sebagai simbol tanggal 2 Mei atau Hardiknas bukan simbol dukungan kepada paslon tertentu,” beber Aslan mengkutip klarifikasi jawaban oknum ASN tersebut.

Menurut Aslan, prinsipnya semua orang punya Alibi (Alasan) tersendiri, tetapi hal itu merupakan jawaban subjektifitas dari yang bersangkutan. Akan tetapi Bawaslu sendiri tetap akan  mengkaji, melihat dimensinya,  melihat konteksnya, Apakah mempunyai hubungan dengan ketentuan yang ada.

Karenanya, ujar Aslan, deretan-deretan status postingan sebelumnya juga menunjukan indikasi-indikasi ketidak netralan seperti postingan “ dua kali lebih baik,  dan lain-lain ” tukas Aslan terhadap status postingan oknum ASN sebelumnya.

Dengan demikian, prinsipnya klarifikasi sudah dilakukan selanjutnya nanti kita lihat. Kalau memerlukan tambahan dari saksi yang lain kita panggil, tetapi jika nanti kita simpulkan itu cukup. maka dalam waktu dekat ini. Satu atau dua hari kita buatkan kajian, dan kita rekomendasikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Dikajian itu nanti bisa terbukti atau tidak terbukti, jika terbukti kita plenokan untuk dibawa ke KASN, kalau tidak terbukti kita hentikan jadi masih ada tahap tela’ah dan kajian,” tutupnya. (RN)
Komentar Anda

Berita Terkini