Ketua PPS Tanah Tinggi Terancam Dipecat

/ Selasa, 08 Mei 2018 / 21.43
Panwaslu saat memeriksa Ketua PPS Tanah Tinggi Hariyanto Rombow, Selasa (8/5)
TERNATE - Pengawas pemilihan umum (Panwaslu) Kota Ternate, Senin (7/5) kemarin, memeriksa Ketua Panitia Pemungutan suara (PPS), Kelurahan Tanah Tinggi Hariyanto Rombow terkait kehadiran dalam kampanye pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur nomor urut 2 Burhan Abdurahma – Ishak Jamaluddin (Bur-Jadi).

Ketua PPS terlihat tidak bersikap netral, sebab yang bersangkutan terlihat mengikuti kampanye paslon Bur-Jadi. Sehingga Panwaslu Kota Ternate memanggil untuk melakukan pemeriksan terkait sikap ketidaknetralan sebagai penyelenggara.

Ketua Panwaslu Kota Ternate Rusly Saraha, saat dikonfirmasi telah membenarkan pemeriksaan Ketua PPS Hariyanto Rombow di kantor panwaslu kota ternate Kemarin.

“kemarin yang  di panggil ada dua orang satu lurah Tanah Tinggi dan ketua PPS Tanah Tinggi terkait ketidak netralan lurah maupun Ketua PPS tanah tinggi dalam kampanye Bur-Jadi di tanah tinggi. Pada Sabtu (5/5) malam lalu,” ujarnya.

Rusli menjelaskan, Ketua PPS Tanah Tinggi terlihat berada dalam kerumunan pendukung Bur-Jadi dan menyanyikan lagu kampanye paslon nomor urut 2, sehingga panwaslu memangil dan meminta Klarifikasi kepada yang bersangkutan.

“ Saat di klarifikasi, ketua PPS mengaku dirinya di undang dengan kapasitas sebagai ketua RW,”. Tutur Rusly menyampaikan hasil klarifikasi Ketua PPS tanah tinggi saat diperiksa.

Meskipun beralasan sebagai Ketua Rukun Warga (RW). Namun Panwaslu Kota Ternate berkesimpulan bahwa yang bersangkutan dengan kapasitas sebagai penyelengara pemilu.

“ Selaku penyelengara pemilu ketua PPS di tuntut harus profesional dan bersikap netral sesuai aturan yang telah di atur,” tegasnya.

Dengan begitu, Kata Rusli, hasil klarifikasi masih di bahas secara internal dan hasilnya maupun  sanksinya belum di putuskan.

“Apabilah nanti terbukti bersalah maka dapat dijatuhi sanksi teguran hingga sanksi paling beratnya di pecat karena penyelengara pemilu dituntut harus bersikap netral,” ujarnya. (RN)
Komentar Anda

Berita Terkini