Lampui Target, 80 Ribu Masyarakat Halut Banjiri Kampanye MK-Maju

/ Minggu, 13 Mei 2018 / 17.09
Paslon Nomor Urut 4,  Muhammad Kasuba dan Abdul Madjid Husen

TOBELO - Kampanye akbar pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara Muhammad Kasuba – Abdul Majid Husen (MK-Maju) dengan mengusung Tema “Ade Ganti Kaka” di jalan raya merdeka Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara di banjiri puluhan ribu Masyarakat. Sabtu (12/05/2018) kemarin.

kampanye dimeriahkan artis ibu kota, Fatin Shidqia Lubis bersama dengan artis lokal. Juga di hadiri sejumlah pengurus Koalisi Partai PKS, PAN dan Gerindra, relawan Halmahera Hori Moi, pemuda pemenang MK-Maju, Putri Canga, Posko Pohon Mangga Kota Tobelo, Brigade MK-Maju, Relawan Canga 4 MK-Maju, Sahabat MK-Maju, dan Relawan MK-Maju Halut.

Wakil gubernur Maluku Utara, Abdul Majid Husen dalam orasi politiknya menyampaikan MK-Maju sudah melang-lang buana di 10 kabupaten kota, dan mendapatkan banjir dukungan dari berbagai masyarakat Maluku Utara.
" Dukungan dari masyarakat timbul dari kesadaran diri bahwa MK-Maju pantas dan layak memimpin Maluku Utara yang saat ini masih tertinggal di bandingkan provinsi lain ".kata Abdul Majid Husen.

Lanjutnya, Kesadaran itu muncul dari prestasi yang telah di torehkan calon gubernur Muhammad Kasuba yang berhasil membangun Kabupaten Halmahera selatan dengan sejuta program membangun dari pendidikan gratis, kesehatan gratis, dan program-program yang menguntungkan masyarakat kecil sehingga  masyarakat di Halsel di anggap sejahtera.

“Sehingga Arus dukungan mulai datang dari paslon 1, 2, dan 3 yang sebagian sudah menyatakan diri bergabung dan siap memenangakan paslon MK-Maju yang berarti kemenangan saat ini berpihak di MK-Maju,” ucap Abdul Majid Husen.

Dalam Kesempatan yang sama calon gubernur Maluku Utara Muhammad Kasuba dalam orasi politiknya mengatakan, kampanye MK-Maju memegang teguh konsep kepemimpinan dengan dasar nilai bahwa kita punya, kita punya, orang punya,  orang punya maka hak gubernur adalah hak gubernur dan hak rakyat berikan kepada rakyat.

“ Jika hak rakyat dianggap haknya maka kesejahteraan rakyat akan sulit di capai”.kata MK.

MK menambahkan, 10 tahun memerintah di kabupaten terbesar di Maluku Utara yang luas wilayahnya mencapai 30% luas Maluku Utara seharusnya menjadi tolak ukur tersendiri untuk masyarakat menilai siapa yang pantas dan layak memimpin Maluku Utara ke depannya dengan sejumlah prestasi yang di akui hingga tingkat dunia.

“ Selama memimpin di Halsel saya mampu merangkul semua baik suku, golongan, etnis, dan agama, semua tidak dibeda-bedakan dan menjadi kabupaten yang terdamai maka berangkat dari hal itu baik kesejahteraan dan kedamaian mampu di rasakan masyarakat yang berada di halsel,” jelasnya.

Sudah saatnya Maluku Utara memiliki sosok pemimpin yang mempunyai segudang prestasi bukan segudang peristiwa. “ Jadi  adik siap mengantikan kaka dan adik siap bebuat lebih baik lagi, membayar hutang dan janji kaka yang belum dilaksanakan atau di tidak selesaikan,” ujar MK. (RN)
Komentar Anda

Berita Terkini