Pemilik Akun Syam Dano Jiko Dilaporkan ke Ditkrimsus Polda Malut

/ Selasa, 15 Mei 2018 / 19.18
Kuasa Hukum AGK Fadli Tuanany, SH bersama rekan, Selasa (15/5)

TERNATE - Kuasa hukum KH. Abdul Ghani Kasuba (AGK) resmi melaporkan tindakan pidana  pencemaran nama baik atas nama akun facebook Syam Dano Jiko kepada Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Maluku Utara.

Menurut kuasa hukum AGK, Fadli Tuanany bahwa postingan di laman akun facebook milik Syam Dano tanggal 7 Mei 2018 lalu. Di mana dalam postingan itu AGK tidak korupsi dan sebentar lagi AGK akan mendapatkan penghargaan TSK (Tersangka) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau dugaan kasus APBD, IUP dan Hutang.

" Pemilik akun Syam Dano Jiko, kami sudah melaporkan bersangkutan secara resmi Ditreskrimsus Polda Maluku Utara sekitar pukul 11:00 Wit siang tadi," Fadli Tuanany saat melakukan jumpa pers di Cafe Soccer. Selasa (15/5).

Fadli menuturkan, bahasa seperti ini merupakan tindakan yang sengaja menuduh bahwa seseorang telah melakukan perbuatan pidana, apalagi yang bersangkutan bukanlah penyidik dan bukan juga juru bicara KPK yang punya kewenagan, namun seenaknya memosting ke media sosial.

" Saat ini kami juga tidak tahu bahwa klien kami atau bapak AGK terkait dengan hal itu, kenapa Syam Dano jiko menyampaikan hal seperti itu di publik," ungka Fadli.
Lanjutnya, seseorang yang dikatakan tersangka itu paling tidak harus melalui proses sampai pada tahapan dan yang menentukan itu harus KPK atau lembaga-lembaga penegak hukum lainnya.

" AGK dan beserta keluarganya secara pribadi tersinggung dan sangat dirugikan terkait dengan bahasa-bahasa yang di posting oleh Syam Dano jiko di media social,” ujarnya.

Mengenai kasus ini, Fadli Tuanany menyatakan dirinya diberikan mandat bapak KH. Abdul Ghani Kasuba secara resmi untuk melaporkan kasus pencamaran nama baik ke Dirkrimsus Polda Maluku Utara.

Karenanya,  ini menyangkut dengan privatisasi seseorang dimana Syam Dano jiko menyampaikan melalui postingan medsos yang kemudian banyak ditanggapi warganet.

"Bagi kami ini telah melanggar UU ITE UU Nomor 11 Tahun 2008  dengan pasal 35 dan ancaman hukuman di atas 5 tahun  penjara," tutupnya. (YSM)

Komentar Anda

Berita Terkini