Polda Malut Bentuk Satgas Penanggulangan Bencana Alam

/ Senin, 07 Mei 2018 / 17.47
Kapolda Malut Brigjen Pol Moch Naufal Yahya

TERNATE - Mengantisipasi kesiap-siagaan personil kepolisian dalam menghadapi bencana alam. Kepolisian Daerah Maluku Utara  melalui Direktorat Samapta resmi membentuk satgas penanggulangan bencana alam. Pembentukan ini sekaligus dilakukan rapat koordinasi lintas instansi yang digelar Dit Samapta Polda Malut bertempat Dragon Hotel, Senin (7/5/2018).

Rapat koordinasi yang berlangsung selama dua hari ini di ikuti instansi teknis lintas Provinsi di antaranya. Badan Penanggulangan Benaca Daerah (BPBD) Provinsi Malut, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

Kapolda Malut Brigjen Pol. Naufal Yahya dalam sambutanya mengatakan, secara geografis wilayah Maluku Utara, lebih khususnya kota Ternate merupakan salah satu kota yang berada pada zona gunung berapi aktif. Sehingga potensi terjadi bencana sangatlah rentan.

Untuk itu, Kata Kapolda Malut, kesiap-siagaan personil baik Polisi, TNI maupun instansi teknis harus sigap menghadapi, jika terjadi bencana alam. “ Jadi rapat koordinasi penanggulangan bencana alam serta rapat kerja teknis ini untuk kesiapan personil,” ucap Kapolda Malut kepada wartawan di Ternate.

Kapolda Malut menjelaskan, Rapat koordinasi penanggulangan bencana alam ini dibutuhkan pemahaman personil untuk lebih tahu bagaimana cara penanggulangan bencana dan pelayanan terhadap masyarakat yang korban bencana alam.  Lewat rapat koordinasi inilah pemahaman terhadap personil dibekali bagaimana cara bertindak antisipasi bencana dan menyelamatkan masyarakat dari bencana.

”Personil ini harus dibekali dengan pemahaman cara bertindak ketika terjadi bencana, agar ketika di lapangan mereka jangan bingun. Jangan sampai personilnya bingun, masyarakat juga ikut bingun, kan nantinya repot. Makanya pelatihan ini dilakukan dengan tujuan agar pemahaman personil dalam menghadapi bencana alam kapan pun bisa dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Dir Sabhara Polda Malut, Kombes Pol. Iwan Imam Sosilo, menunturkan bahwa pasca rapar koordinasi ini akan ditindaklanjuti oleh Kasat Sabhara di jajaran seluruh Polres  untuk dilakukan pelatihan khsusu terhadap personil penanggulangan benacana, nantinya personil ini akan membentuk desa siaga bencana.

“ Desa siaga bencana penting dilakukan karena belajar dari beberapa pengalaman di daerah lain ketika terjadi bencana sering terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga pembentukan desa siaga bencana ini kemudian nantinya setiap terjadi bencana para personil ini merespon dengan cepat dan mengarahkan masyarakat korban bencana pada titik –titik teraman” ujar Iwan. Sembarai mengatakan rakor satgas penanggulangan bencana ini di ikuti 160 personil. (YSM)
Komentar Anda

Berita Terkini