Polres Minsel Rilis Lima Tersangka Sindikat Curanik

/ Jumat, 25 Mei 2018 / 21.27
Kapolres Minsel, AKBP FX. Winardi Prabowo saat melakukan press release lima tersangka sindikat curanik, Jumat (25/5)
MINSEL -  Polres Minahasa Selatan (Minsel) merilis para tersangka  spesialis pencurian barang elektronik (Curanik) di sejumlah tempat rumah ibadah.  Kelima tersangka sindikat curanik yang diamankan masing-masing adalah Mic alias MK (14),  Fik alias FM (17), Kris alias KL (17) dan Mario alias MM (18 )  dan FW alias Along (18).

Kapolres Minsel, AKBP FX. Winardi Prabowo menyatakan, penangkapan terhadap lima pelaku spesialis curanik. Hal itu berawal dari laporan warga atas maraknya aksi tindak pidana pencurian barang elektronik seperti handphone, televise dan laptop.

“Lima tersangka sindikat curanik atau pencurian barang elektronik, tiga orang diantaranya adalah warga Desa Paslaten, Kecamatan Tatapaan, dan dua tersangka lainnya merupakan  warga Desa Matani, Kecamatan Tumpaan.  Kelima tersangka di tangkap akhir pekan lalu, di rumah masing-masing, sementara tersangka FW alias along yang sempat buron, tadi malam menyerahkan diri diantar  keluarganya ke Polres Minsel,” ungkap tandas Kapolres Minsel AKBP FX. Winardi Prabowo kepada wartawan di Minsel. Jumat (25/5).

Dari hasil penangkapan tim buruh sergap Polres Minsel terhadap para tersangka. Barang bukti yang berhasil disita berupa 6 unit handphone, 4 unit handphonemerk Samsung, 1 unit Iphone dan  1 unit Asus, 1 televisi  LED Samsung, 1 unit Laptop Axioo serta 2 (dua) buah mesin pemotong rumput merek Narita, beber Winardi.

Kapolres menyebut, sesuai pengakuan para tersangka,  sudah banyak tempat yang menjadi korban pencurian mereka, salah satunya rumah ibadah.

“ Mereka terbilang remaja, namun para tersangka ini sudah sekitar dua tahun melakukan aksinya di wilayah Minsel. Dalam aksi mereka tak tanggung-tanggung rumah ibadah juga menjadi korban perbuatan mereka. Itu sebabnya, atas perbuatan mereka, kami kenakan dengan pasal 363 ayat 1 tentang pencurian, dengan ancaman hukuman paling lama 7  tahun," ujarnya. (Vicky)
Komentar Anda

Berita Terkini