Puskesmas Babang dan Makian Kebagian Rp 25 M DAK Afirmasi

/ Selasa, 22 Mei 2018 / 21.10
 Kadis Kesehatan Halsel Ahmad Rajak
LABUHA - Pemerintah Pusat memberi perhatian khusus untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Halmahera Selatan. Hal ini ditandai dengan pembangunan baru Puskesmas Babang dan Puskesmas Makian. Pembangunan gedung baru ini untuk menggantikan gedung lama yang dinilai tak memenuhi syarat lagi. 

"Puskesmas itu dibangun sekitar tahun 1993 dan tidak memenuhi syarat lagi seperti yang disyaratkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Tata Ruang Puskesmas. Makanya diarahkan untuk dibangun baru," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Halsel Ahmad Rajak, Selasa (22/5).

Pembangunan dan peningkatan fasilitas di dua puskesmas itu menelan anggaran hingga Rp 25 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi 2019. Khusus untuk pembangunan gedung dan pengadaan alat kesehatan saja masing-masing puskesmas membutuhkan dana Rp 5 miliar. 

"Karena sekalian ada IPAL-nya, mobiler, alkes, dan gedungnya dua lantai. Sementara untuk perumahan tenaga kesehatan, pengadaan transportasi puskesmas darat dan laut lain lagi," terang Ahmad.

Dia menuturkan, pelaksanaan proyek puskesmas ini dilakukan langsung rekanan dari pusat, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. "Prototipe dan gambarnya semua sudah dari Jakarta. Rencananya 2019 mulai dibangun," ujarnya.

DAK Afirmasi adalah bagian dari DAK Fisik di samping DAK Reguler dan Penugasan. DAK Afirmasi merupakan tambahan DAK yang dialokasikan khusus untuk daerah perbatasan, kepulauan, tertinggal, dan transmigrasi. Tujuannya tak lain untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar. 

DAK Afirmasi sendiri ditujukan untuk beberapa kebutuhan tertentu saja seperti bidang kesehatan, perumahan dan permukiman, air minum, transportasi, pendidikan, dan sanitasi.

Dalam daftar lokasi prioritas DAK Afirmasi tahun 2019 yang dirilis Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), ada tujuh kabupaten di Maluku Utara yang masuk. Yakni Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Halmahera Timur, Pulau Morotai, dan Pulau Taliabu. 

Dari 30 kecamatan di Halsel, semuanya masuk dalam kategori daerah tertinggal. Namun proyek DAK Afirmasi bidang kesehatan hanya difokuskan untuk Puskesmas Babang dan Puskesmas Makian. (iel)
Komentar Anda

Berita Terkini