Rektor Institut Dharma Negeri Denpasar Siap Bekerjasama Dengan IWO

/ Kamis, 17 Mei 2018 / 23.32
Prof  IGN Sudiana (jas hitam) Rektor Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar 
BALI -  Rektor Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar  Prof IGN Sudiana  sangat mengapresiasi diskusi yang di gagas Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online (IWO)  Provinsi Bali  di Aula Pascasarjana IHDN Denpasar. Kamis (17/5/2018).

Dalam diskusi itu Sudiana berniat melakukan kerjasama intensif yang saling menguntungkan  dengan PD IWO Provinsi Bali dan Asosiasi Media Siber (AMSI) Provinsi Bali.  Hal itu dikatakan Prof Sudiana setelah mendengarkan pemaparan dari dua narasumber yakni Ketua IWO Bali  I Nyoman Sutiawan dan Ketua AMSI Bali I Nengah Muliarta dalam diskusi  Kamisan yang digelar Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Hindu Pascasarjana IHDN yang bertajuk "Medsos dan Demokrasi : Harapan atau Ancaman".  Diskusi membahas secara tuntas kiprah Media Sosial dan Media Online.

"Saya mau kita bertemu lagi untuk membahas kerjasama lebih kongkrit dan saling menguntungkan," kata Prof. IGN Sudiana saat diberi kesempatan pertama dalam sesi tanya jawab. Sebelumnya, Drs I Nyoman Sutiawan menjelaskan pengetahuan dasar tentang perbedaan antara media sosial dan media online.  Informasi di Media sosial bukanlah karya jurnalistik. Sedangkan berita di media online adalah karya jurnalistik yang dipayungi oleh UU No. 40 tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Pers.

Menurut Sutiawan, produk media online adalah berita online. Jika ada pihak yang dirugikan, ia boleh mengajukan tuntutan dan redaksi media online wajib mengklarifikasi. Pengelola media online wajib mendaftarkan medianya di Dewan Pers.

"Saat ini ada sekitar 50 media online yang aktif di Bali," ujar Sutiawan. Ia membandingkan media online dengan media sosial. Di media sosial, orang bisa seenaknya menyumpahi orang lain. Pihak yang dirugikan oleh informasi media sosial bisa melaporkan orang yang merugikannya ke penegak hukum.  Menjawab pertanyaan apakah sebuah berita itu benar atau hoax, Sutiawan menunjukkan cara mengeceknya. Wartawan senior ini mengajak peserta Diskusi agar berhati-hati menerima informasi di media sosial.

"Cek dulu kebenaran informasinya, jangan langsung share" sarannya. Setiawan berpendapat, perlu adanya literasi media bagi kalangan masyarakat. Atas tawaran Rektor IHDN,  Sutiawan mengaku siap bekerjasama termasuk dalam literasi media.

Diskusi yang dipandu oleh karya siswa S2 Ilmu Komunikasi Hindu, Ir. Nyoman Merta ini dihadiri sekitar 65 peserta dari beberapa prodi seperti Prodi S2 Ilkom Hindu, S2 Dharma Acharya; S2 Bahasa Bali; S2 Brahma Widya dan S3 Studi Agama Hindu. 

Diskusi  rutin setiap Kamis ini diawali dengan pemutaran video profil Magister Ilmu Komunikasi Hindu IHDN. Para peserta tampak antusias mendengarkan pemaparan dari dua narasumber yang juga praktisi media ini. Hadir dalam Diskusi tadi siang Kaprodi S2 Ilkom Hindu, Dr. I Gede  Sutarya, M.Par, M.Ag;  Sekretaris Prodi S2 Ilkom Hindu, Dr. I Dewa Ayu Hendrawaty Putry,S.Sos, M.Si;  Kaprodi S3 Studi Agama Hindu, Dr. Sri Putri Purnamawati; Dosen S3, Dr. Surya Pradnya alias JDR.  (Tim)
Komentar Anda

Berita Terkini