Ridwan Husen: MK Tidak Pernah Merebut PKS dari AGK, Ini Keputusan Partai

/ Minggu, 13 Mei 2018 / 11.26
Ketua DPW PKS, Ridwan Husen saat menyampaikan orasi politik dalam kampanye MK-Maju di Tobelo

TERNATE – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ridwan Husen mengklarifikasi issu Golojo (Tamak) yang di sampaikan calon Gubernur Abdul Gani Kasuba (AGK) saat melakukan kampanye akbar di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) beberapa waktu Lalu.

Pasalnya, dalam kampanye akbar di kbupaten Halmahera Selatan, calon Nomor urut tiga itu menyampaikan Bahwa “Ustad Muhammad itu telah merampas partai saya, dia Golojo jabatan”.maka dalam Kampanye MK-Maju di tobelo kemarin ketua DPW PKS Ridwan Husen dalam Orasinya Menjelaskan Terkait kata Golojo yang di sampaikan Calon Gubernur nomor urut tiga Abdul Gani Kasuba (AGK).

“Akhir-akhir ini kita semua mendengarkan ada kata-kata Golojo, Muhammad Kasuba adalah calon kebanggaan masyarakat Tobelo-Galela (Togale). Jadi apabilah ada yang mengatakan beliau golojo maka kita semua pasti tidak setuju, sebab tidak ada dalam diri atau wajah Muhammad Kasuba terlihat 'Golojo' seperti yang disampaikan kandidat yang lain,” tegas Ridwan di hadapan massa yang hadir dalam kampanye MK-Maju di Kota Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara kemarin. Sabtu (12/5/2018)

Ridwan menjelasakan, selain ketua tim sukses MK-Maju, Ia juga sebagai ketua DPW PKS Provinsi Maluku Utara. Maka dirinya yang paling punyak hak mengklarifikasi dan menjelaskan terkait dengan rekomendasi Partai PKS yang mengusung  Muhammad Kasuba sebagai calon gubernur Maluku Utara.

“Yang pertama ingin saya tegaskan Muhammad kasuba bukanlah calon bayangan, Muhammad Kasuba juga bukan pemain cadangan tapi Muhammad Kasuba adalah pemain inti yang Insya Allah akan Meng gol kan Pilkada pada tanggal 27 juni nanti,” tandas Ridwan dengan Optimis

Lanjutnya, sebenarnya partai PKS telah mengeluarkan keputusan kepada Abdul Gani Kasuba (AGK) yang merupakan guru kita, ustad kita dan kader PKS.

“ Jadi Partai PKS tidak pernah membuang Beliau (AGK) ke laut yang dalam, karena dari jauh hari sebelum rekomendasi PKS kepada Muhammad Kasuba (MK),Partai PKS sudah memutuskan Abdul Gani Kasuba (AGK) merupakan calon Gubernur tetapi kemudian keputusan Partai PKS itu ditolak oleh AGK dengan alasan beliau tidak mau berpasangan dengan Majid Husen” cecarnya.

Tetapi hal itu merupakan keputusan yang dikeluarkan dari pusat, bukan  daerah yang mengeluarkan, jika daerah berani melanggar keputusan pusat atau di ikuti maka akan di ubah keputusan itu.

“ Jadi karena kaka (AGK) menolak keputusan, maka keputusan diubah kepada ade (MK) menjadi Ade Ganti Kaka, dan keputusan itu merupakan keputusan yang benar bahwa ade berhak ganti kaka”.ujar Ridawan.(RN)
Komentar Anda

Berita Terkini