Tak Puas, Kades Marabose 'Serang' Anggota Panwas Halsel

Editor: Admin author photo
Kepala Desa Marabose Kecamatan Bacan, Irham Hanafi
HALSEL - Sikap tak terpuji dilakukan Kepala Desa Marabose, Kecamatan Bacan, Irham Hanafi. Melalui akun Facebook-nya, ia menuliskan status yang menyerang anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Halmahera Selatan Devisi Hukum dan Penindakan Halid A. Radjak. Irham diduga marah lantaran kasus dugaan pelanggaran pemilu yang melibatkan dirinya dilimpahkan ke pidana oleh Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Melalui akun Ironirhamhanafi, Sabtu (19/5/2018), Irham menuliskan "Saya cuma mau bilang, kalo ngana bikin orang pe hati tara tenang, ngana me tara tenang. Halid A. Radjak, anggota Panwas Halsel, mari torang perang terbuka. Tai kucing pe ngana! (Saya cuma mau bilang, jika kamu membuat hati orang tidak tenang, maka kamu juga tidak akan tenang. Halid A. Radjak, anggota Panwas Halsel, mari kita perang terbuka. Tai kucing kamu!)"

Unggahan itu sontak membuat ramai kolom komentar. Dalam kolom komentar Irham juga menuangkan kekesalannya lantaran merasa diperlakukan dengan tidak adil oleh Panwas dan Gakkumdu. Menurutnya, klarifikasi yang ia sampaikan dalam pemeriksaan tidak dijadikan pertimbangan untuk rekomendasi yang dikeluarkan Panwas.

Hingga berita ini diturunkan, sudah ada 192 komentar yang dikirim. Salah satu yang turut berkomentar adalah Ketua Badan Pengawas Pemilu Maluku Utara Muksin Amrin. Dalam komentarnya dia menegaskan, jika tak ingin mendapat sanksi maka jangan membuat pelanggaran. "Jika mau jadi politisi, berhenti jadi kades dan PNS biar bisa berpoliik," tulisnya.

Sementara Halid A. Radjak yang dikonfirmasi mengaku telah mengetahui adanya unggahan tersebut. Dia mengakui, Panwas selaku lembaga negara memang tidak bebas kritik. Meski demikian, ia menyayangkan jika ada kritik yang dilontarkan dengan bahasa yang kurang sopan. "Sudah ada yang kirim screenshot-nya ke saya. Secara kelembagaan, kami terima itu sebagai kritik," tuturnya.

Meski demikian, Halid memastikan kasus yang melibatkan Irham dan tiga kades lainnya tetap dilanjutkan prosesnya. Saat ini, Gakkumdu tengah berpacu dengan pemeriksaan saksi-saksi. "Rencananya Rabu (23/5/2018) sudah akan dilimpahkan ke Kejaksaan," ungkapnya.

Irham dan tiga kades lainnya, yakni Kades Liaro Najarlis Hi. Mansur, Kades Indong Juma Tuahuns, dan Kades Tabajaya Gatot Sujarno Hasan, diproses Panwaslu setelah menghadiri kampanye pasangan calon nomor urut 3 Abdul Gani Kasuba-M. Al Yasin Ali (AGK-YA). Keempatnya disangkakan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota pasal 188, junto UU 10/2016 pasal 71. "Tetap akan kami kawal hingga tuntas kasus ini," tandas Halid. (iel)
Share:
Komentar

Berita Terkini