Tuding Relawan AGK-YA Bagikan Sembako, Oknum Pembuat Video Akan Dipolisikan

/ Rabu, 30 Mei 2018 / 02.02
Fadli S. Tuanany, SH (jaket hitam) tim hukum AGK-YA
TERNATE -   Tim hukum  AGK-YA, Fadly S. Tuanany, akan melaporkan pelaku pembuat video bagi sembako ke pihak kepolisian yang mengatasnamakan tim relawan AGK-YA.

“ Kami akan melaporkan oknum yang melakukan pengrusakan atribut kampanye ke pihak kepolisian yang sengaja mencabut stiker AGK-YA yang ditempelkan di rumah, kemudian stiker  tersebut diambil untuk ditaruh ke sembako selanjutnya di buat video,” ujar Tuanany dalam press conference di Posko AGK-YA, Jalan Kapitan Pattimura, Kalumpang Ternate. Selasa (29/5/2018).

Menurut Fadli,  kejadian bermula pada hari Sabtu 19 Mei 2018, tim relawan AGK-YA datang ke Kelurahan Ave Taduma, Pulau Ternate untuk membagikan dan menempelken stiker yang merupakan atribut kampanye.

Malamnya kurang lebih pukul 23.00 WIT datanglah sembako yang mengatasnamakan AGK-YA dengan bertujuan untuk sedekah ramadhan kepada 30 kepala keluarga (KK).  Sembako menggunakan kantong putih berisi beras 15 Kilogram (Kg) merk spesial, gula 10 Kg, minyak goreng Venia 1 liter, satu kaleng susu kental manis cap Susu Sapi dan 3 dus teh Sariwangi.

Pada Minggu 20 Mei 2018 sekitar pukul 15.00 WIT datanglah tiga orang, dimana dua orang dikenali bernama Sarman Saroden yang merupakan kuasa hukum pasangan calon (paslon) nomor 2 dan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Ternate yang tidak diketahui namanya.

Ketiga orang tersebut, kemudian meminta kepada warga yang mendapatkan sembako pada Sabtu malam untuk mengumpulkannya. Sebelum mengintograsi warga salah seorang dari ketiganya, mengambil stiker yang ditempelkan relawan AGK-YA untuk dipasang di sembako yang diterima warga. Selanjutnya, mereka bertiga membuat video mengintograsi warga yang mendapatkan sembako seolah-olah dari AGK-YA dan akhirnya viral di media social, beber Fadli.

Berdasarkan keterangan beberapa warga yang di temui tim AGK-YA, saat intograsi warga yang dibuat videonya ditekan seolah-olah mereka disudutkan sebagai pihak yang bersalah. Bahkan salah seorang warga mengaku mendapatkan intimidasi dari ketiga orang tersebut yang mengatakan untuk memilih calon pasangan nomor urut 2 karena lebih kaya dibandingkan AGK-YA, ujarnya.

Atas kejadian ini, Kata Fadli, pihaknya sangat menyanyangkan ada oknum-oknum yang mengintimidasi warga dan melakukan pengerusakan atribut kampanye AGK-YA berupa stiker yang telah ditempel di rumah warga hanya demi meraih kemenangan di Pilkada Maluku Utara 2018 dengan menghalalkan segala cara, pungkasnya. (cul) 
Komentar Anda

Berita Terkini