AGK : Malut Punya Keistimewaan di Mata Bung Karno

/ Kamis, 07 Juni 2018 / 00.59
Abdul Gani Kasuba (AGK)

SOFIFI - Maluku Utara (Malut) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang istimewa untuk Presiden Pertama RI, Soekarno. Malut adalah sebuah provinsi yang mempunyai hubungan erat dengan Bung Karno terutama saat masa-masa pembebasan Irian Barat.

Demikian yang disampaikan oleh Calon Gubernur (Cagub) Malut nomor urut 3 yang diusung PDI Perjuangan, PKPI dan Partai Perindo, Abdul Gani Kasuba (AGK) mengenang Hari Lahir Soekarno ke-117 yang bertepatan pada Rabu (6/6/2018).

Dia mengatakan sang proklamator datang ke Malut sebanyak dua kali pada rentang waktu 50-an. Kedatangan pertama Bung Karno bertujuan melakukan diplomasi kepada Sultan Tidore, Zainal Abidin Syah agar Papua bergabung dengan NKRI. Selain berdiplomasi dengan Kesultanan Tidore, sambung dia, kedatangan Soekarno juga melakukan pertemuan dengan sultan lainnya.

"Dari cerita-cerita orang tua, kedatangan Bung Karno sangat disambut meriah di Malut baik di Ternate maupun Tidore. Mulai dari pihak kesultanan, tokoh pemuda dan lainnya berkumpul untuk menjemputnya," ujarnya.

Saat penjemputan Bung Karno, lanjut Ustadz Gani Kasuba, dilakukan di Pelabuhan Ahmad Yani dengan lautan di sepanjang Pulau Tidore dan Ternate dipenuhi kapal kora-kora yang dihiasi janur kuning.

"Sambutan masyarakat Malut kepada Bung Karno sangat meraih. Penyambutannya sang proklamator begitu berbekas bagi masyarakat," jelasnya.

Tak hanya pernah berkunjung, AGK menceritakan hubungan spesial antara Bung Karno dan Malut juga terlihat ketika Papua sudah dilepas Sultan Tidore untuk bergabung ke NKRI. Saat bergabungnya Papua, Sultan Tidore yang saat itu dijabat Zainal Abidin Syah diangkat menjadi Gubernur Papua pertama Irian Barat.

"Ibukota Irian Barat pertama berada di Soasio, Tidore. Saat itu kantor gubernurnya adalah gedung yang saat ini ditempati SMA Negeri 1 Tidore. Sedangkan kantor Polda nya berada di gedung yang ditempati Mapolres Tidore saat ini," tuturnya.

AGK menjelaskan hubungan yang tak terpisahkan antara Malut dengan Bung Karno yakni cita-cita Soekarno untuk menjadikan Kecamatan Oba yang saat ini dikenal Sofifi sebagai Ibu Kota Irian Barat. Saat ini, cita-cita Bung Karno untuk membangun Sofifi saat ini sudah diteruskan oleh Presiden Joko Widodo.

"Saat itu merupakan tahun-tahun yang sulit, saat Bung Karno ingin mempersatukan wilayah Indonesia dari barat sampai ke timur dan menjadikan Kecamatan Oba, Kabupaten Kepulauan Tidore, menjadi Ibu Kota dari Irian Barat yang dikuasai Belanda, tetapi gagal karena Irian Barat akhirnya kembali ke pangkuan NKRI," katanya.

Lebih jauh, AGK yang pada Pilgub Malut 2018 maju bersama M. Al Yasin Ali (YA) mengungkapkan program pemerintahannya jika dipercaya memimpin Malut kembali yakni mensejahterahkan Malut pada 2023. Hal ini sesuai dengan cita-cita Soekarno untuk membangun Indonesia dari barat hingga ke timur.

"Visi, misi dan program-program yang kami tawarkan ke masyarakat Malut berfokus untuk membangun dan mensejahterakan Malut pada 2023 sesuai dengan cita-cita Soekarno. Nantinya program-program pembangunan yang kami jalankan selaras dengan pemerintahan Presiden Jokowi," ungkapnya (cul)
Komentar Anda

Berita Terkini