AGK : Pemahaman Pancasila di Malut Sangat Baik

/ Jumat, 01 Juni 2018 / 18.19
KH. Abdul Ghani Kasuba (AGK) 
TERNATE - Calon Gubernur Maluku Utara (Cagub Malut) nomor urut 3, Abdul Gani Kasuba (AGK), mengatakan Pancasila mempunyai peran yang sangat besar dalam seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat Malut. Pancasila merupakan cara paling efektif dalam membentengi masyarakat Malut dari bahaya radikalisme, terorisme dan intoleransi.

Dia menjelaskan radikalisme, terorisme, intoleransi dan lainnya merupakan masalah yang harus kita atasi bersama-sama dan berjibaku termasuk peran serta masyarakat Malut untuk memerangi paham-paham yang tidak sesuai dengan Pancasila tersebut.

"Saya sangat yakin masyarakat Malut mempunyai pemahaman yang sangat kuat tentang Pancasila. Hal ini bisa menjadi benteng yang tangguh di Malut untuk menangkal radikalisme, terorisme, intoleransi dan sebagainya," kata AGK, melalui siaran persnya dalam memperingati Hari Lahir Pancasila, Jumat (1/6/2018).

AGK yang pada Pilgub Malut 2018 maju bersama M. Al Yasin Ali (YA) ini menuturkan bukti masyarakat Malut sangat paham Pancasila yakni pascakonflik yang terjadi beberapa tahun lalu sudah mulai dilupakan. Saat ini kehidupan masyarakat sudah berjalan dengan baik dengan mengamalkan nilai-nilai menghargai perbedaan satu sama lain.

"Menghargai perbedaan dan kerukunan beragama sudah dijalankan dengan baik di Malut. Karena itu, Malut pada 2017 di bawah kepemimpinan saya mendapatkan penghargaan sebagai provinsi yang memiliki indeks demokrasi tertinggi di Indonesia," jelasnya. 

AGK yang diusung PDI Perjuangan dan PKPI ini menyampaikan AGK-YA dalam setiap program-program kerja yang ditawarkan ke masyarakat selalu bersandar dengan Pancasila. Sehingga, kata dia, lima sila yang terdapat di Pancasila yakni sila ketuhanan, kemanusian, persatuan Indonesia, musyawarah dan keadilan sosial selalu hadir dalam program kerja tersebut.

"Program kerja kami yang didasari Pancasila diharapkan sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa untuk menjadikan Indonesia menjadi lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, Cawagub Al Yasin menambahkan Pancasila merupakan pedoman untuk menuntun kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dengan menghargai perbedaan. Dapat menghargai perbedaan merupakan sebuah representasi dari wajah negara-bangsa yang disebarkan pada keragaman dan perbedaan politik, sosial serta budaya. 

"Pancasila inilah yang merupakan titik temu dari perbedaan dan keberagamaan tersebut. Memahami dan mengamalkan Pancasila merupakan jalan yang harus diambil untuk menghindari konflik," ungkapnya.

Mantan Bupati Halmahera Tengah dua periode ini menyampaikan masyarakat Malut yang pada Pilgub 2018 mempunyai perbedaan dari pilihan politiknya harus tetap menghargai perbedaan tersebut. Menghargai perbedaan politik secara tidak langsung sudah mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

"Perbedaan pilihan politik jangan sampai menimbulkan kegaduhan. Mari kita jaga Pilgub Malut 2018 ini dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang menghargai perbedaan di tengah masyarakat," tutupnya. (Tim)
Komentar Anda

Berita Terkini