Besok Pejabat Halsel Nonjob Besar-besaran, Wabup tak Dilibatkan

/ Rabu, 27 Juni 2018 / 16.11
Bupati Bahrain Kasuba (kanan) dan Wakil Bupati Iswan Hasjim tampil bersama dalam salah satu kesempatan. Saat ini, hubungan keduanya diisukan retak lantaran perbedaan pandangan politik.

HALSEL - Reshuffle kabinet Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dipastikan terlaksana pasca pemilihan gubernur.

Sejumlah nama-nama pejabat yang bakal dinonjobkan telah beredar luas di publik. Menariknya, rata-rata pejabat yang akan dicopot adalah mereka yang diketahui memiliki perbedaan pilihan politik dengan Bupati Bahrain Kasuba.

Pejabat yang dikabarkan akan kehilangan jabatannya diantaranya adalah Sekretaris Daerah Helmi Surya Botutihe, Kepala Inspektorat Slamet Ak, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Aswin Adam, Kepala Dinas Perhubungan Soadri Ingratubun, serta Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Ali Hasan.

Bahrain yang diwawancarai di Desa Marabose, Kecamatan Bacan, Rabu (27/6/2018), membenarkan akan segera melakukan rolling.

“Sesegera mungkin dilakukan rolling. Hari ini kan masih libur, besok masuk dan langsung diproses," ungkapnya.

Bahrain mengakui, untuk reshuffle kali ini ia tak melibatkan wakilnya, Iswan Hasjim. Menurutnya, tak penting melibatkan wakil bupati dalam pergantian pejabat.

“Saya kira itu hak politik bupati, jadi cukup berkoordinasi saja (dengan wakil) sewaktu-waktu jika memang itu dibutuhkan. Tapi saya kira tidak begitu penting bagi wakil untuk menyampaikan, dan itu sudah saya sampaikan secara terbuka saat apel bersama dan juga kepada wabup," tuturnya.

Sebagai catatan, Bahrain dan Iswan diketahui mengusung kandidat yang berbeda dalam pilgub. Keduanya secara terbuka mengakui itu jauh sebelum pencoblosan.

Bahrain mendukung pamannya, Abdul Gani Kasuba (AGK), sedangkan Iswan tetap loyal mengusung mantan bupati Halsel Muhammad Kasuba (MK).

Begitu pula pejabat yang disebut hendak diganti, rata-rata adalah loyalis MK.

Lebih lanjut Bahrain menuturkan, ada sekitar 17 pejabat yang diganti. Jumlah itu sudah termasuk eselon II, III, dan IV.

Meski begitu, ia enggan menjelaskan lebih detail nama-nama yang akan diganti. "Nanti saja. Sementara diproses," ujarnya.

Dia juga menegaskan, reshuffle kali ini dilakukan untuk penyegaran kabinet BK-Iswan. Tak ada kaitannya dengan perbedaan pilihan politik dalam pilgub.

“Kalau kaitannya dengan politik, tentu sudah dari awal saya rolling. Memang ada pengaruh politiknya, tapi lebih ke kinerja pejabat yang buruk karena mereka terlibat politik," tegasnya.

Sementara itu, Wabup Iswan Hasjim yang dikonfirmasi enggan memberikan tanggapan tentang langkah bupati yang tak melibatkan dirinya dalam reshuffle.(iel)
Komentar Anda

Berita Terkini