Dikbud Halsel Kembalikan Tanggung Jawab Perilaku Bullying ke Keluarga

/ Jumat, 22 Juni 2018 / 18.07
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Selatan

HALSEL - Fenomena bullying terhadap anak di Halmahera Selatan yang mengakibatkan seorang siswa SD bunuh diri tampaknya belum menarik perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halsel.

Dikbud bahkan menyalahkan peran keluarga yang dinilai tak efektif menghindarkan anak menjadi pelaku bullying. "Itu kan berawal dari keluarga. Guru-guru menjalankan tugas dan tanggung jawab dia di jam-jam tertentu saja. Di luar itu ya tergantung pendidikan keluarga," ungkap Sekretaris Dikbud Umar Iskandar Alam, Jumat (22/6/2018).

Umar menuturkan, saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki program Pendidikan Keluarga yang melatih dan membina anak dari sisi keluarga. Program ini salah satunya bertujuan melatih mental anak agar tidak mudah minder dan rendah diri. "Itu yang harus diterapkan di keluarga. Sudah dilakukan pelatihan selama lima hari yang juga melibatkan komite, guru, dan kepala sekolah," tuturnya.

Dia menambahkan, dalam Kurikulum 2013 (K13) para guru dituntut mahir, sementara siswa dituntut dapat berkreasi agar dapat berkreasi mengembangkan jiwanya sendiri.

Menurut Umar, jika masih saja terjadi bullying maka keluarga lah yang paling bertanggung jawab. "Kuncinya ada di keluarga. Sekarang mau menyalahkan pendidikan bagaimana? Dari sisi pendidikan semua terobosan sudah dilakukan," ujarnya.

Umar juga mengungkapkan, ada sebagian orang tua di Halsel yang justru sengaja meminta anak-anak mereka untuk berhenti sekolah.

Dia menyayangkan adanya keputusan semacam itu. "Kami sudah berupaya menekan biaya pendidikan. Yang gratis saja mereka tidak sekolah, apalagi kalau harus bayar," katanya.

Karena itu, Dikbud meminta para kepala sekolah untuk peka mengidentifikasi anak-anak yang berpotensi putus sekolah.

Umar mengatakan, kepala sekolah harus membantu jika si anak kesulitan dari sisi ekonomi. "Sebab pendidikan sembilan tahun itu wajib. Makanya kepala sekolah juga harus pintar-pintar menjelaskan kepada orang tua tentang pentingnya sekolah," tandasnya.

Belum lama ini, seorang anak asal Desa Tomori, Kecamatan Bacan, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Sebelum bunuh diri, si anak yang baru saja lulus ujian SD itu mengaku mendapat perundungan dari teman-teman sekolahnya, baik secara langsung maupun lewat dunia maya. Diduga tak kuat menahan beban pikiran, ia memutuskan mengakhiri hidupnya secara tragis. (iel)
Komentar Anda

Berita Terkini