Pengamanan Pilgub di Halsel Gunakan Pola 1-2-1 per TPS

/ Sabtu, 23 Juni 2018 / 17.28
Personel gabungan kepolisian Halmahera Selatan dan Polda Malut disiagakan untuk mengamankan Pilgub Malut di Halsel

HALSEL - Pemungutan suara pemilihan kepala daerah serentak tinggal empat hari lagi. Seluruh persiapan pencoblosan tengah dimatangkan penyelenggara.

Sementara itu, kepolisian bersiaga penuh mengamankan jalannya Pemilihan Gubernur Maluku Utara 2018.

Sebagai satu dari empat wilayah rawan dalam pelaksanaan pilkada, kepolisian Halmahera Selatan harus ekstra ketat menerapkan pengamanan pilgub kali ini. Mereka dibantu personel Polda Malut yang akan ditempatkan di 10 kabupaten/kota mulai Minggu (24/6/2018).

Total personel kepolisian di Malut yang terlibat dalam pengamanan pilgub berjumlah 3.248 orang. "Iya, kita sudah siapkan pengamanan dengan dibantu dari Polda," kata Kapolres Halsel AKBP Irfan Satya Prasaja Marpaung saat dikonfirmasi, Sabtu (23/6/2018).

Dalam pengamanan nanti, akan diterapkan pola 1-2-1. Itu berarti, tiap tempat pemungutan suara (TPS) bakal dikawal 1 orang petugas kepolisian, 2 petugas Linmas, dan 1 PAM TPS.

“Untuk TPS yang tingkat kerawanannya tinggi, pengamanannya lebih diperketat. Ada pula perwira-perwira pengendali untuk memantau situasi keamanan di titik yang dipandang rawan," ungkap Irfan.

Khusus untuk PAM TPS, Polres Halsel di-back up 149 personel dari Polda Malut. Sementara dua pertiga dari total personel Polres sudah disebar ke 30 kecamatan di Halsel. "Sisanya disiagakan di Mako Polres untuk kontinjensi apabila terjadi sesuatu. Ada juga back up Polda dari Brimob dan Sabhara," sambung Irfan.

Irfan memastikan, kepolisian berkoordinasi penuh dengan pihak penyelenggara. Karena itu, ia optimis pilkada kali ini tingkat kecurangan di Halsel dapat menurun.

“Aturan dan pengawasannya juga kan lebih ketat, sehingga saya rasa kecurangan-kecurangan sangat kecil (peluangnya) untuk bisa terjadi. Tapi tetap kita antisipasi," ujarnya.

Bersama Halmahera Utara, Kota Ternate, dan Kepulauan Sula, Halsel dimasukkan oleh Badan Pengawas Pemilu ke dalam daerah kategori rawan.

Halsel ditandai rawan sebab pada pilkada sebelumnya terjadi pemungutan suara ulang (PSU) akibat masifnya kecurangan tim dan penyelenggara.

Menurut Irfan, semua daerah di Malut tetap membutuhkan perhatian khusus. "Kita tidak bisa terlena dan beranggapan suatu daerah sudah aman. Intinya tetap dioptimalkan pengamanan sebagai upaya preventif," tambahnya.

Kapolres juga mengimbau agar warga Halsel dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijaksana serta bersama-sama menciptakan pilkada damai. "Sehingga bisa memilih pemimpin yang dapat membangun Maluku Utara lebih baik ke depan," tandasnya. (iel)
Komentar Anda

Berita Terkini