Pengawas Pemilu Ekstra Ketat Awasi TPS Rawan

/ Selasa, 05 Juni 2018 / 01.07
Ketua Bawaslu Malut, Muksin Amrin

TERNATE –  Ketua Bawaslu Provinsi Maluku Utara, Muksin Amrin SH MH menyebutkan, Bawaslu telah menginstruksikan kepada Panwaslu Kabupaten/Kota.  Untuk memberikan pembekalan kepada Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), Panitia Pengawas Kelurahan/Desa dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal itu berkaitan dengan pengawasan tahapan pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

 “Kita telah membekali Panwaslu Kabupaten/Kota. Selanjutnya akan disampaikan kepada Panwascam, pengawas kelurahan/desa dan Pengawas TPS,” ungkap Mukisn Amrin, saat menyampaikan materi pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Terpadu Bawaslu-KPU di Ternate. Minggu (3/6/2018) Kemarin.

Lanjut Muksin, pihaknya telah mengidentifikasi TPS yang dianggap rawan pada Pilkada Serantak 2018.  Menurutnya, hal  itu sebagai upaya pencegahan terhadap potensi-potensi pelanggaran pada tahapan pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

Muksin menyebut, TPS rawan akan melahirkan sejumlah potensi pelanggaran pada pilkada yang dapat mengganggu pelaksanaan pemungutan suara, terganggunya jaminan hak pilih, integritas proses pemungutan dan penghitungan suara serta integritas hasil pemungutan suara.

“Tujuannya mengukur strategi pengawasan dengan fokus ke TPS-TPS rawan tersebut, kita juga akan dipublikasikan kepada stakeholders, termasuk kepada pasangan calon  sebagai strategi pencegahan,” terangnya.

Itu sebabnya, ujar Muksin, ada enam variabel TPS rawan yakni, akurasi data pemilih, penggunaan hak pilih, politik uang, netralitas KPPS, pemungutan suara, dan kampanye politisasi SARA di sekitar lokasi TPS.

Tambah Muksin, termasuk juga TPS berbasis ketokohan yang dapat meningkatkan ektabilitas calon. Di situ lah akan berpotensi terjadinya intimidasi, politik uang, netralitas penyelenggaran di tingkat TPS hingga keterlibatan ASN, karenanya di pengaruhi pejabat daerah di mana lokasi TPS berada, tutupnya. (RN)
Komentar Anda

Berita Terkini