Puluhan Ribu Massa di Halsel Siap Kawal Kemenangan MK-Maju

/ Sabtu, 23 Juni 2018 / 19.39
 gubernur nomor urut 4 Muhammad Kasuba (MK) saat tampil di hadapan puluhan ribu massa yang membanjiri kampanye akbar MK-Maju di Desa Mandaong, Sabtu (23/6/2018).

HALSEL
- Tahapan kampanye Pemilihan Gubernur Maluku Utara telah memasuki putaran terakhir. Pasangan calon nomor urut 4 Muhammad Kasuba-Madjid Husen (MK-Maju) mendapat giliran berkampanye di zona III Halmahera Selatan-Halmahera Tengah. 


Kampanye akbar MK-Maju yang digelar di lapangan Desa Mandaong, Kecamatan Bacan Selatan, Halsel, Sabtu (23/6/2018) sukses menarik kehadiran dan simpati puluhan ribu massa dari 249 desa di Halsel. 

Massa yang hadir berasal dari Pulau Obi, dataran Gane, Kayoa, Mandioli, dan Kasiruta.

Kampanye terakhir tersebut dihadiri langsung Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M. Sohibul Iman. Bersama Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN), PKS menjagokan MK-Maju di pilgub kali ini. 

Hadir pula juru kampanye dari kalangan partai politik pengusung dan tokoh-tokoh Malut. Diantaranya Ketua Gerindra Malut Wahda Z. Imam, Wakil Bupati Halsel Iswan Hasjim, Ketua PKS Malut Ridwan Husen, Ketua Gerindra Halsel M. Likur Latif, Ketua PAN Halsel Nahrawi Rabbul, dan mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Kasman Hi Ahmad. Kampanye MK-Maju juga dimeriahkan penyanyi religi Opick.

Presiden PKS Sohibul Iman saat berorasi menyatakan kepercayaannya terhadap kemampuan MK-Maju. Hal itu pula yang mendorongnya memilih hadir langsung dalam kampanye akbar tersebut dan bertatap muka dengan masyarakat Malut.

“Di daerah asal saya Jawa Barat juga tengah pilkada. Tapi saya memilih datang langsung ke Maluku Utara karena yakin masyarakat Malut akan memilih MK-Maju sebagai gubernur dan wakil gubernur kali ini," ujarnya.

Menurut Sohibul, Muhammad Kasuba dan Madjid Husen memiliki kemampuan memimpin dan mengelola daerah secara baik dan sehat. Pengalaman keduanya selaku kepala daerah dan birokrat senior membuat MK-Maju tahu persis apa yang harus dilakukan untuk memajukan daerah.

“Karena itu tidak perlu ragu lagi, satukan hati dan langkah untuk pilih MK-Maju pada 27 Juni nanti," ujar mantan Rektor Universitas Paramadina tersebut.


Wakil Bupati Halsel Iswan Hasjim saat melakukan orasi kampanye paslon MK-Maju (Dok : iel)

Ajakan untuk memilih MK-Maju datang pula dari jurkam lain. Kasman Hi Ahmad yang juga merupakan tokoh etnis Tobelo-Galela (Togale) dan Wahda Z. Imam selaku tokoh Makian-Kayoa (Makayoa) tak lupa mengajak masyarakat dari dua etnis terbesar di Malut itu ikut ambil bagian dalam memenangkan MK-Maju. 

“Dr. Muhammad Kasuba dan Madjid Husen adalah figur pemimpin terbaik Maluku Utara. Keduanya memiliki kemampuan memimpin dan kepedulian terhadap rakyat. Karena itu, MK-Maju merupakan pilihan terbaik untuk Maluku Utara Kuat," kata Kasman dan Wahda.

Sementara Wakil Bupati Halsel Iswan Hasjim yang selama 10 tahun bekerja di bawah kepemimpinan MK menyatakan dirinya merupakan saksi keberhasilan pembangunan cagub kelahiran Desa Bibinoi, Bacan Timur Tengah tersebut. 

Selama menjabat sebagai bupati, MK sukses membangun Halsel dari nol. "Dasar pembangunan Halsel ini berasal dari Muhammad Kasuba. Dan itu juga yang akan dikerjakan di Provinsi Maluku Utara. Jadi jangan ragu lagi, bulatkan tekad pilih nomor urut 4 pada 27 Juni nanti. Yakin menang!" katanya tegas.

Calon gubernur Muhammad Kasuba yang mendapat kesempatan terakhir menyampaikan orasi politiknya mengungkapkan, selaku mantan Bupati Halsel selama dua periode, sudah banyak terobosan kebijakan yang ia cetuskan. 

Diantaranya adalah menyediakan pendidikan gratis tingkat SD, SMP, dan SMA, serta membuka akses pelayanan kesehatan gratis yang telah dinikmati masyarakat Halsel sejak periode pertama kepemimpinannya.

MK juga merupakan sosok yang menggagas pembentukan Malaria Center Halsel. Pada akhirnya, Malcen ini sukses meraih penghargaan tingkat dunia, yakni Global WSIS Prizes yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Swiss. 

“Dan terobosan-terobosan ini akan dibawa ke Provinsi Maluku Utara juga jika MK-Maju dipercaya memimpin Malut lima tahun ke depan," tutur alumni Universitas Islamabad Pakistan ini.

MK yang tumbuh dari keluarga petani juga memberikan perhatian khusus pada nasib para petani. 

Apalagi saat ini harga kopra sebagai komoditas utama petani Malut tengah berada di titik nadir, yakni menurun hingga angka Rp 3 ribu per kilogram. 

“Saya dan Pak Madjid tahu persis harga hasil pertanian tengah anjlok. Kopra, cengkih dan pala turun harga. Saya berjanji akan menaikkan harga itu semua. Kalau semua sudah naik, masyarakat Maluku Utara pasti sejahtera,” tandas mantan anggota DPRD Malut ini.

Kampanye yang dibanjiri massa tersebut ditutup dengan pelepasan balon kemenangan MK-Maju dan pembacaan deklarasi memenangkan MK-Maju dalam Pilgub Malut 2018.(iel/adv)
Komentar Anda

Berita Terkini