Soal Komplain Dukcapil, ini penjelasan Ketua KPU Malut

/ Senin, 04 Juni 2018 / 00.29
Ketua KPU Malut, Syarani SumadayoSaat Memberikan Sambutan Kegiatan Bimtek Terpadu, Minggu (3/6)

TERNATE – Perbedaan daftar pemilih tetap (DPT) Kota Ternate terkait hasil coklit yang dilakukan komisi pemilihan umum (KPU) Maluku Utara dan perekaman e-KTP yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) menjadi polemik.

Hal ini membuat Dukcapil Kota Ternate melayangkan protes hasil coklit KPU Malut yang telah di plenokan. Dimana Dukcapil Kota Ternate melayangkan jumlah perekaman e-KTP mereka yang berjumlah 124.311 ribu warga Kota Ternate yang telah melakukan rekapan tetapi KPU menetapkan DPT Kota Ternate 114.118 ribu warga Kota Ternate.

Menanggapi protes Dukcapil Kota Ternate, ketua KPU Malut Syahrani Soemadayo percaya DPT Kota Ternate berdasarkan hasil coklit yang dilakukan petugasnya di lapangan tidak salah.
“Petugasnya selama satu bulan melakukan coklit dari rumah ke rumah sehingga semua data yang ada ada rill”, katanya saat membuka Bimtek terpadu KPU dan Bawaslu, Minggu (3/6/2018).

Bagi Syahrani, Dukcapil Kota Ternate tidak menyandingkan data administrasi dengan data rill dilapangan karena tidak ada titik temu.

KPU Kota Ternate telah melakukan pengecekan data sementara terdapat 1000 lebih pemilih yang dikomplain Dukcapil tidak memenuhi syarat sebagai pemilih,jelasnya

Terkait hal itu KPU Malut saat ini hanya menerima komplain dari orang yang merasa dirinya tidak masuk dalam DPT bukan institusi atau Dukcapil. “Ada apa ini, orang yang dirugikan tidak komplain malah Dukcapil yang komplain?”, tanyanya

Kendati demikian Syahrani berjanji jika dalam pengecekan dan sandingan data jika ditemukan warga kota Ternate yang belum masuk daftar pilih, akan dimasukan dalam Daftar pemilih Tambahan.Tutupnya (RN)
Komentar Anda

Berita Terkini