Soal Postingan AbanK Bintang Togubu Di Facebook, Ini Kata Ketua Kwatak Tidore

/ Selasa, 05 Juni 2018 / 21.23
Ketua komunitas wartawan (Kwatak) Kota Tidore Kepulaun, Mardianto Musa

TIDORE - Ketua komunitas wartawan (Kwatak) Kota Tidore Kepulaun, Mardianto Musa angkat bicara terkait postingan Suratmin Idrus yang viral di media sosial (Facebook) dengan nama akun Abang Bintang Togubu yang di posting pada Minggu (3/6) kemarin.

Postingan yang diberi  judul "Bukan klarifikaso,  Janji dan utang itu modus".  Dimana, pada paragraf ke-13 ditulis “jangan berharap Sabda Rasulullah MUHAMMAD SINEN maaf maksudnya MUHAMMAD SAW akan suatu pekerjaan yang diberikan pada ahlinya bisa berjalan mulus".

Postingan tersebut kemudian menuai tanggapan dari sebagian netizen karena diduga ada unsur kesengajaan yang kemudian dilaporkan oleh forum masyarakat madani (FMM) Maluku Utara ke Reskrimusus Polda Malut Senin (4/6) kemarin, meski telah dilakukan klarifikasi serta permintaan maaf dari yang bersangkutan.

Hal tersebut tidak perlu lagi dipermasalahkan mengingat yang bersangkutan juga merupakan seakidah dengan kita. "Mungkin itu merupakan kekeliruan dari saudara Ute (Suratmin) sebab tidak ada niat dari yang bersangkutan untuk melecehkan. Apalagi yang bersangkutan seakidah dengan kita," kata Mas Anton sapaan akrabnya kepada sejumlah wartawan. di depan Aula Kantor Walikota Tidore, Selasa (05/06/2018)

Namun demikian Anto, mempermasalahkan oknum yang sudah melakukan secrenshoot status tersebut dan memposting kembali sambil menambahkan kata-kata tertentu, yang justru akan dinilai dapat memperbesarkan masalah. "Harusnya status tersebut tidak perlu di secrenshoot dan diberi lingkaran merah pada kalimat tertentu lalu ditambahkan kalimat dan disebarkan karena dapat memperbesarkan suasana," jelas Anto.

Diketahui, status Suratmin belakangan mendapat sorotan dari para netizen setelah di secrenshoot oleh pengguna facebook atas nama Aboebakar Noerdin dalam secrenshoot tersebut, Aboebakar Noerdin melingkari kalimat tertentu dengan lingkaran merah kemudian memposting kembali sambil menulis "Saya tdk tahu maksud dari status yg ditulis oleh salah satu aktivis dan wartawan Tidore Abank Bintang Togubu yang saya garis merah ini. Apakah sekedar bercanda, memuji kepemimpinan di Kota Tidore Kepuluan, ataukah mencoba menyamakan nama "Muhammad Senin" yg merupakan wakil Walikota Tidore Kepuluan dengan Rasuullah SAW, meski kemudian itu diklarifikasi sendiri seperti orang salah ucap, walahualam bissawab, hanya Ute yang tahu.

Demi Allah, Muhammad SAW itu manusia pilihan, tak satupun manusia dimuka bumi ini yg mampu menyamai ahlak dan kualitas hidupnya. Beliau itu junjungan kita, yang nantinya akan memberikan safa'at pada kita dihari kiamat. Mendengar nama saja kita dianjurkan utk bershalawat kepadanya, bahkan para malaikatpun ikut bershalawat memuji keagungan dan kemuliaan akhlak beliau, Semoga kita semua digolongkan sebagai pengikut dan pencinta Nabi SAW yang selalu merasa tersinggung jika nama Nabi SAW di olok-olok. Mari bershalawat utk-Nya," tulis Aboebakar Noerdin dalam postingannya.

Atas postingan Aboebakar Noerdin itu kemudian bermunculan beragam komentar dari para netizen yang  mewarnai kolom postingan Aboebakar Noerdin.

Sementara di tempat terpisah , Suratmin Idrus telah mengakui akan kehilafannya terkait postingan tersebut dan meminta maaf lewat laman facebook miliknya. Berikut permintaan maaf yang disampaikan olehnya.

"Atas nama kebaikan, saya pemilik sah akun Abank Bintang Togubu memohon ampun kepada Allah dan meminta maaf atas segala keikhlafan dan kesalahan yang telah diperbuat sehingga menimbulkan perbedaan pandangan dan perdebatan panjang atas status saya yang dinilai telah menghina Nabi Besar, Yang Mulia Rasulullah Muhammad SAW dalam tulisan saya yang bertema "bukan klarifikaso, janji dan utang itu modus".

Menurutnya, Disitu terdapat pesan sakral dari sang Baginda Rasulullah yang atas kekeliruan saya, sehingga telah salah dalam menempatkan kata "SABDA RASULULLAH" dibelakang nama Muhammad Sinen Wakil Walikota Kota Tidore Kepulauan. yang seharusnya berada di belakang MUHAMMAD SAW.

Saya menyadari atas kesalahan dan kehilafan saya setelah tulisan saya kembali dikroscek oleh Sahabat saya Aboebakar Noerdin dalam penempatan tulisan yang baik. Beserta perdebatan panjang yang terjadi.Jelasnya  

Sungguh saya sangat menyesal dengan apa yang telah dilakukan. Namun sejatinya tujuan daripada penulisan saya ini Substansinya lebih kepada "Dinamika politik yang kerap membuat Masyarakat tidak mengerti akan Makna Berpemerintahan, Namun karena atas kesalahan saya, niatan tulus yang saya sampaikan telah melukai hati para saudara semuslim.Jelas Suratmin Terkait makna postingannya

Meski begitu, saya bersukur dan berterimah kasih kepada semua saudara-saudara saya yang muslim karena dengan tegas telah mengingatkan kesalahan saya meski itu dalam bentuk cacian, hinaan bahkan berujung pada ancaman. Namun sesungguhnya tak ada niat sedikitpun untuk saya yang juga beragama muslim menghina Nabi Besar saya sendiri yang merupakan kekasih Allah SWT,  MUHAMMAD SAW.

Demikian tulisan ini saya buat dalam keadan sadar dan penuh ketelitian. Ucapan terimah kasih juga saya sampaikan Kepada Sang Baginda Raja Jou Sultan Tidore H. Husain Syah, dan Imam Besar Masjid Gamtufkange. Beserta Pimpinan Pemerintahan Kota Tikep dalam hal ini Muhammad Sinen, Yang telah menerima permohonan maaf saya. Sungguh maaf yang diberikan kepada saya adalah sebuah kemuliaan yang akan saya jaga dan bimbing dengan baik.

Ahkir kata, Kesalahan dan Keikhlafan datang dari diri saya sendiri, dan kebenaran itu datang dari Allah SWT. Semoga ini menjadi Pelajaran Yang Baik untuk saya kedepannya dalam Bermedsos. Tutup Suratmin dalam postingan permohonan maafnya (Dar)
Komentar Anda

Berita Terkini