Tahun Politik, AGK Berharap Moment Idul Fitri untuk Memaafkan

/ Selasa, 12 Juni 2018 / 23.01
Warga Maluku Utara saat mengalungkan bunga ke calon gubernur AGK

TERNATE - Umat Islam di seluruh dunia tinggal menghitung hari saja untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Hal sama juga ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat muslim di Maluku Utara (Malut) yang pada moment hari kemenangan ini bertepatan dengan pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur 2018.

Calon Gubernur (Cagub) yang diusung oleh PDI Perjuangan, PKPI dan Partai Perindo Abdul Gani Kasuba (AGK) mengatakan momentum Hari Raya Idul Fitri merupakan saat yang tepat bagi masyarakat Malut untuk saling memaafkan. Dalam beberapa bulan terakhir, di tengah-tengah masyarakat bisa saja terjadi saling mencela dan berdebat hingga membuat sakit hati karena memiliki perbedaan sikap politik mendukung salah satu pasangan calon (paslon).

"Makna Idul Fitri yakni kembali ke fitrah atau suci. Untuk itu diharapkan seluruh masyarakat untuk bisa membuka pintu maaf sebesar-besarnya karena mungkin pernah menyakiti satu sama lainnya berkaitan dengan Pilgub Malut 2018," kata AGK, Selasa (12/6/2018).

AGK yang maju berpasangan dengan M Al Yasin Ali (YA) dan bernomor urut tiga ini meminta selain saling memaafkan, masyarakat juga harus tetap menjaga keharmonisan, kerukunan dan keamanan pada saat Hari Raya Idul Fitri yang berbarengan dengan Pilgub Malut. Sehingga saat pilgub selesai, siapapun pemimpinnya nanti kegiatan pembangunan dan perekonomian di Malut bisa langsung berjalan dengan cepat.

"Tanpa ada keinginan dari diri sendiri sangat sulit adanya saling menjaga keharmonisan, kerukunan dan keamanan. Di hari raya nanti, mari kita membuka pintu hati diri sendiri agar pesta demokrasi berjalan sesuai dengan yang diharapkan," ujarnya.

Tak hanya itu, AGK juga berharap kepada umat muslim di Malut dalam momentum Idul Fitri untuk lebih dekat dengan Allah SWT. Ia mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan ibadah seusai bulan Ramadan, karena banyak manfaat yang didapat masyarakat selama menjalankan ibadah puasa. 

"Berkumpul dengan keluarga lebih mudah, disiplin waktu lebih meningkat, ibadahnya lebih giat, meminta ampunan lebih giat. Mudah-mudahan ini membangun jiwa dan bisa dipertahankan kedekatan dengan Allah di bulan-bulan lainnya," jelas Ustadz Abdul Gani Kasuba.

Sementara itu, Abah Yasin menuturkan pada Idul Fitri ini biasanya banyak orang yang bekerja di kota kembali ke kampung halamannya di desa, termasuk di Malut. Dia pun menghimbau masyarakat agar mempersiapkan segala sesuatunya agar perjalanan selama mudik dapat berlangsung lancar dan aman.

"Bagi masyarakat Malut, khususnya warga kota yang hendak mudik ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri, saya ucapkan selamat mudik, semoga semuanya berjalan lancar. Untuk itu segala persiapan harus diperhitungkan dengan cermat, seperti kondisi kendaraan, perbekalan, maupun rumah yang ditinggalkan," tuturnya.

YA juga mengingatkan warga yang meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong, agar memeriksa secara cermat kondisinya, seperti listrik, kompor, gas, maupun kunci pengaman rumah. Selain itu, sambung dia, jangan lupa untuk melapor ke RT setempat agar kondisi lingkungan rumah dapat dipantau.

"Selain menyiapkan segala sesuatu untuk mudik, menjaga rumah yang ditinggalkan dengan memeriksa segala sesuatu juga penting. Sehingga usai kembali dari kampung halaman tidak terjadi sesuatu dengan rumah yang ditinggalkan," tuturnya.

Lebih jauh, Abah Yasin mengajak warga yang pulang mudik agar tidak terlalu lama berada di kampung halaman, mengingat tanggal 27 Juni 2018, masyarakat Malut akan melaksanakan pencoblosan pilgub.

"Saya mengajak warga tetap dapat melaksanakan hak pilihnya pada tanggal 27 Juni mendatang. Ini merupakan moment penting sebagai perwujudan demokratisasi di negeri kita. Terlebih Malut merupakan provinsi yang memiliki indeks demokrasi di Indonesia," ungkap mantan Bupati Halmahera Tengah 2 periode tersebut. (ric)
Komentar Anda

Berita Terkini