Menyiarkan PD 2018, Tanpa Memiliki Hak Cipta Bisa di Pidana

/ Selasa, 19 Juni 2018 / 00.00
Kordinator Siaran tv Kabel Maluku Utara (Malut), M.Taib. M Asyik

TERNATE - PT. Digital Vision Nusantara adalah partner PT. futbal momentum Asia atas hak retribusi tunggal kategori operator kabel lokal (LCO) wilayah Republik Indonesia untuk penyiaran siaran langsung piala dunia 2018 (2018 FIFA Word Cup 2018).

Pasalnya, PT. FMA telah menarik kembali dan membatalkan hak televisi kabel berbayar Multi Service Operator dari PT. Prima Instrument Tecnolgy (Superpass).

Hal itu disampaikan M.Taib. M Asyik sapa akrabnya Ibos sebagai kordinator siaran tv kabel Maluku Utara (Malut). Ibos menuturkan bahwa seluruh masyarakat Malut pengelola TV kabel yang berlanganan, hotel apertemen tempat komersial (commericial estabilshment), Pusat perbelanjaan, rumah sakit, perkantoran, pusat kebugaran, usaha tempat hiburan, rumah makan/restoran, cafe, wisma, tempat kost dan perusahaan pertambangan harus melakukan kontrak.

"LCO yang tidak mengadakan hubungan kerja sama dengan klien kami, dilarang keras untuk menyiarakan kembali siaran langsung piala dunia (2018 fifa word cup Russia) baik itu secara langsung maupun tidak langsung," tegas Ibos saat di konfirmasi Media ini. Minggu,(17/6/2018)

Ia mengatakan, jika mengunakan tv kabel tanpa izin dari pemilik, maka akan di tutup siaran tv kabel. Agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat, sebab sebelum itu sudah melakukan sosialisasi jangan sampai terjadi keresahan pelangan, karena pelangan membayar setiap bulan.  Tersebar dari free to air (FTA) yang menyiarakan secara sengaja atau pun tidak, telah menjadi bagian dari penyelenggaraan secara tidak resmi dan akan di kenakan dengan hukuman sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Bagi LCO maupun pihak-pihak yang ingin mendapatkan hak siaran langsung piala dunia 2018 hubunggi kami meliki Hotline di call center :087705738333 ", ucap dia.

Segala pelanggaran terhadap ketentuan dan peraturan mendapatkan hak siar langsung piala dunia 2018 (Fifa word cup 2018) sesuai ketentuan yang telah disebutkan bahwa adanya pelangaran hukum yang dilakukan pihal manapun dalam menayangkan FIFA word cup 2018 yang di maksud .

"Klen kami akan melakukan tuntutan hukum sesuai dengan ketentuan pasal 117 Ayat (2) undang-undang No 28  tahun 2014 tentang hal cipta Jo.pasal 58 undang-undang No.32 tahun 2002 tentang penyiaran yamg masing-masing mengatur dengan ancaman pidana 5 tahun penjara dan denda paling besar  5.000.000.000 Miliyar rupiah," tutup Ibos. (YSM)
Komentar Anda

Berita Terkini