Waspada! Ada 121 TPS Rawan di Halsel

/ Jumat, 08 Juni 2018 / 01.25
Halid A Radjak, Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Panwaslu Halsel 
HALSEL - Penyelenggara pemilu di Kabupaten Halmahera Selatan dipastikan harus bekerja ekstra keras dalam Pemilihan Gubernur kali ini. Pasalnya, kabupaten terbesar di Malut itu memiliki setidaknya 121 tempat pemungutan suara (TPS) yang masuk kategori rawan.

Hal ini diungkapkan Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Panitia Pengawas Pemilu Halsel Halid A. Radjak. Dia menuturkan, data kerawanan TPS tersebut didapat saat mengikuti rapat kerja teknis (rakernis) di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Jadi ada 121 TPS di seluruh Halsel yang dimasukkan dalam kategori rawan," ungkapnya kepada nusantaratimur.com, Jumat (8/6/2018).

Rawan yang dimaksud adalah berpotensi terjadi politik uang, penyalahgunaan form C6, pencoblosan lebih dari satu surat suara, serta penguasaan surat suara sisa. Sementara variabel TPS rawan sendiri adalah akurasi data pemilih, penggunaan hak pilih, politik uang, netralitas KPPS, pemungutan suara, dan politisasi SARA.

"Sekarang kami sedang membentuk pengawas TPS. Mereka ini yang akan dioptimalkan untuk pengawasan di TPS-TPS," jelas Halid.

Menurutnya, TPS-TPS rawan tersebut tersebar di 10 lebih kecamatan yang ada di Halsel. Halsel sendiri merupakan kabupaten terbesar di Malut dengan total 30 kecamatan. Ini juga menjadikan Halsel sebagai kabupaten dengan wilayah terluas dan jumlah penduduk terbesar.

"Jadi yang rawan itu diantaranya ada 8 TPS di Gane Timur, 22 TPS di Bacan, 5 TPS di Bacan Timur Tengah, dan Bacan Timur 8 TPS. Lalu ada di Obi Selatan 9 TPS , Obi 8 TPS, Kayoa Barat 5 TPS, dan Kayoa Induk 7 TPS," urai Halid.

Bawaslu Malut sendiri sebelumnya telah mewanti-wanti Panwaslu kabupaten/kota untuk membekali Panwascam, pengawas kelurahan dan desa, serta pengawas TPS untuk pengawasan pada tahapan pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

"Kita telah membekali Panwaslu kabupaten/kota. Selanjutnya dilakukan pada jajaran pengawas di bawahnya terkait pengawasan pada tahapan krusial ini," kata Ketua Bawaslu Muksin Amrin. (iel)
Komentar Anda

Berita Terkini