AHM Resmi Ditahan KPK

/ Senin, 02 Juli 2018 / 20.06

Cagub Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus resmi ditahan oleh KPK terkait kasus korupsi pembebasan lahan Bandara Bobong tahun 2009, Jakarta, Senin (1/7). (Foto:Fanny Kusumawardhani/kumparan)


JAKARTA - Calon gubernur Maluku Utara (Malut) Ahmad Hidayat Mus (AHM) langsung dijebloskan ke penjara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). AHM merupakan tersangka korupsi proyek pengadaan lahan Bandara Bobong, Kabupaten Sula tahun anggaran 2009.

Mantan Bupati Kepsul itu keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 18.30 WIB, telah mengenakan seragam tahanan berwarna oranye. Meskipun ditahan penyidik lembaga antirasuah, AHM yakin dirinya tetap bakal dilantik sebagai calon gubernur terpilih. "Dilantik, lah. Pasti, lah," kata Ahmad di Gedung KPK, Jakarta, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Senin (2/7/2018).

AHM maju dalam Pilgub Malut 2018 bersama Rivai Umar. Pasangan AHM-Rivai unggul sementara dalam hitung cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU) berdasarkan data C1, dengan perolehan 31,94 persen atau 176.019 suara. Pasangan yang mendapat nomor urut 1 itu diusung Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

AHM pun memohon doa masyarakat Malut atas proses hukum yang tengah menjeratnya ini. Politikus Golkar itu juga meminta masyarakat bersabar terkait kepastian hukum dirinya dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan lahan Bandara Bobong. 

Mantan Bupati dua periode itu pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memilih dirinya dalam pesta demokrasi lima tahunan di Malut. AHM mengklaim bersama pasangannya, Rivai, telah menang dalam Pilgub Malut. "Kami sudah menang, ya, menang lah. Masyarakat pilihnya kan AHM-Rivai," ujarnya. 

Ditahan di Rutan KPK
 
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan AHM selaku tersangka korupsi proyek pengadaan lahan Bandara Bobong ditahan di Rutan KPK untuk 20 hari pertama. Penahanan akan diperpanjang tergantung kepentingan penyidikan. "Dilakukan penahanan terhadap AHM selama 20 hari ke depan, terhitung hari ini," kata Febri saat dikonfirmasi CNN Indonesia lewat pesan singkat. 

Selain AHM, kata Febri, penyidik KPK juga langsung menahan Bupati Banggai Kepulauan Zainal Mus, adik kandung Ahmad. 

Zainal ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta. KPK menduga jual-beli lahan untuk Bandara Bobong itu fiktif. 

Berdasarkan perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pengadaan lahan tersebut merugikan negara sekitar Rp 3,4 miliar. AHM diduga menerima Rp 850 juta dan Zainal sebesar Rp 1,5 miliar dari temuan kerugian negara itu.(CNN/iel)
Komentar Anda

Berita Terkini