Akhir Juli Kuota CPNS Diumumkan

/ Rabu, 25 Juli 2018 / 19.00
Kepala BKD Halut Oni Hendrik

HALUT – Badan Kepegawaian Daerah Halmahera Utara memastikan Kabupaten Halut tetap mendapat kuota calon pegawai negeri sipil tahun ini. Hal ini sekaligus menepis isu yang menyebutkan Halut, bersama Pulau Morotai dan Pulau Taliabu, tidak mendapatkan jatah penerimaan CPNS kali ini.

Kepala BKD Halut Oni Hendrik ketika dikonfirmasi meminta masyarakat agar tidak mudah percaya dengan isu rencana penerimaan CPNS 2018. Karena pihaknya hingga saat ini belum mendapatkan edaran resmi dari Kemenpan-RB maupun Badan Kepegawaian Negara. "Terkait isu rencana seleksi calon pegawai negeri sipil tahun 2018, sampai sejauh ini kami belum mendapat edaran resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi," tegasnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga sudah berkonsultasi dengan pihak BKN Regional Manado. BKN dalam penjelasannya menyebutkan belum ada pemberitahuan dari pusat terkait kuota masing-masing provinsi dan kabupaten/kota. Menurutnya, informasi yang disampaikan oleh salah satu media online terkait perekrutan kuota CPNS itu hanya hoax. "Kebutuhan PNS di Pemkab Halut, kami pada Mei lalu membalas surat Kemenpan tentang permintaan penyusunan kebutuhan PNS pada institut pemerintah. Dimana surat ini intinya meminta kebutuhan PNS per lima tahun terhitung dari 2017. Untuk menindaklanjuti itu, kami membalas surat tersebut dengan melampirkan analisis kebutuhan PNS di wilayah Pemkab Halmahera Utara,” terangnya.

Kuota CPNS yang diusulkan Pemkab Halut saat itu sebanyak 683 orang yang terdiri dari tenaga kesehatan, guru dan umum. Namun oleh BKN jumlah ini dikurangi, tak bisa melebihi angka 450 orang. “Saat ini seluruh daerah diminta untuk mempersiapkan panitia dan sarana pendukung lain sebelum seleksi CPNSD dilaksanakan,” sambung Oni.

Dia menambahkan, akhir Juli atau awal Agustus kemungkinan Kemenpan sudah akan mengeluarkan edaran terkait kuota CPNS masing-masing daerah. "Kami harap putra-putri daerah siap dalam seleksi CPNSD nanti. Proses seleksi menggunakan sistem CAT sebagai penentu kelulusan. Sementara total kebutuhan yang kami usulkan lebih didominasi oleh tenaga pengajar,” tandasnya. (jaha)

Komentar Anda

Berita Terkini