Aliansi Masyarakat untuk Demokrasi Desak Bawaslu Selesaikan Pelanggaran Pemilu

/ Senin, 23 Juli 2018 / 22.09
Aksi Aliansi Masyarakat untuk Demokrasi Maluku Utara Saat Merobohkan Pagar Kantor Bawaslu Malut. Senin (23/7)

TERNATE- Aliansi Masyarakat untuk Demokrasi Maluku Utara kembali menggelar aksi unjuk rasa yang di awali dari depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara kemudian menuju kantor Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara dan  berakhir di depan Kantor  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku Utara.

Massa aksi yang meumpanggi truk dan membawa spanduk bertuliskan ”Save KPU, Save Bawaslu, Save Polda Malut mendukung tiga lembaga lawan dinasti Koruptor”.  selain itu massa aksi juga mendorong penggusutan temuan pelanggaran yang terjadi saat pemilihan gubernur (Pilgub) pada tanggal 27/6 bulan lalu yang dinilai jalan di tempat.   

Salah satu orator Aliansi Masyarakat untuk Demokrasi Maluku Utara, Halik Moti dalam orasinya di depan kantor Bawaslu Malut menyampaikan bahwa terjadi non sinergitas antara penyelengara pemilu dalam hal ini Bawaslu dari tingkat Provinsi sampai tingkat Desa/Kelurahan.

“Sesuai Undang-Undang Pemilu Nomor 15 tahun 2011 telah dijelaskan secara detail bahwa Bawaslu bukan hanya di pihak Provinsi tetapi tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan hingga Kelurahan/Desa namun buktinya pemilihan pada tanggal 27 Juli saat di temukan pelanggaran di tingkat bawah,  baik tinggat pengawas Desa/Kelurahan namun saat di laporkan tak perna di tanggapi maupun di gubris,”Ucapnya. Senin (23/7/2018)

Menurutnya, laporan terkait pelanggaran dibeberapa Kabupaten/Kota telah di sampaikan ke pengawas baik dari tingkat bawah hingga menyampaikan secara resmi Bawaslu Provinsi namun laporan tersebut sampai saat ini tak ada kejelasan.

“Laporan temuan pelanggaran telah kami serahkan seharusnya Bawaslu secepatnya mengambil langkah untuk segera menyelesaiakn masaalah pelanggaran yang di lakukan salah satu pasangan calon Gubernur Provinsi Maluku Utara tersebut, jangan hanya tinggal diam seakan tidak ada masaalah,” kesal halik.

Dalam penutupan orasinya, Halik menegaskan apabilah aksi kali ini tak di tanggapi oleh penyelengara pemilu maka Aliansi Masyarakat untuk Demokrasi Maluku Utara siap menurunkan massa yang lebih besar untuk menduduki kantor penyelenggara pemilu dan sebagai wujud komitmen memperjuangkan demokrasi yang bersih tanpa pelanggaran. Tegasnya (Cul)
Komentar Anda

Berita Terkini