Antisipasi Kecelakaan, Kepala Syahbandar Inspeksi Dadakan

/ Rabu, 11 Juli 2018 / 22.16

Kepala syahbandar halmahera utara Umar Ismail saat melakukan inspeksi mendadak di kapal tujuan loloda, Rabu (11/7/2018). (Credit: Azhar/nusantaratimur.com)

HALUT - Kepala Syahbandar Pelabuhan Kelas II Tobelo Umar Ismail, Rabu (11/07) kemarin, melakukan inspeksi mendadak. Sidak dilakukan terhadap dua kapal motor (KM) yang hendak melakukan pelayaran menuju Morotai dan sebagian wilayah Loloda. Langkah tersebut guna antisipasi musibah kecelakaan laut seperti yang terjadi sebelumnya di wilayah Indonesia Tengah dan Barat beberapa waktu lalu. 

"Ini merupakan langkah awal mengantisipasi kecelakaan laut sebelum berlayar. Jangan sampai terjadi seperti di Selayar dan Danau Toba. Itu sangat tidak diinginkan, sebab menyangkut dengan nyawa manusia," kata Umar.

Dalam sidak tersebut, Umar bersama sejumlah stafnya didampingi dua petugas TNI/Polri naik ke KM Irma Ilahi dan KM Cahaya Rizki. Mereka mengecek langsung perlengkapan keselamatan seperti life jacket dan radio. 

"Semua radio harus berfungsi selama pelayaran. Dan life jacket juga harus disiapkan khusus untuk anak-anak, paling tidak 10 persen dari jumlah penumpang keseluruhan. Itu harus segera direalisasikan oleh pihak pemilik kapal,” ujar Umar.

Selain itu, dia bertekad melakukan penertiban dari aspek pelayanan serta penumpang yang selama ini lolos naik kapal tanpa memiliki tiket keberangkatan. "Ini juga harus ditertibkan. Loket pembelian tiket tidak difungsikan sama sekali. Berarti sebelum saya menjabat sebagai syahbandar di sini, kapal berangkat tanpa ada daftar penumpang yang harus dimiliki oleh pihak syahbandar. Nah ini sangat fatal," katanya menyesalkan.

Umar menegaskan, jika ada stafnya yang mengeluarkan surat perintah berlayar (SPB) untuk kapal tanpa mengantongi daftar penumpang, sanksi berat menanti. "Akan saya rumahkan staf yang seperti itu,” tegasnya.

Menurutnya, masih banyak yang perlu dibenahi dalam sistem pelayaran daerah. Karena itu, ia akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait demi tertibnya pelayaran. "Sehingga pada jadwal keberangkatan kapal, seluruh penumpang diarahkan ke loket pembelian tiket untuk memperoleh tiket keberangkatan. Dengan begitu maka tertib seluruh data penumpang,” tandasnya. (Jaha)
Komentar Anda

Berita Terkini