Buaya Kepung Perairan Pulau Obi

/ Selasa, 10 Juli 2018 / 15.57

Seekor buaya yang berhasil ditangkap warga desa jikohy kecamatan obi barat menjadi tontonan, Kamis (21/6/2018). belum dipastikan tindakan selanjutnya yang bakal diambil untuk buaya tersebut. (foto istimewa).

HALSEL - Warga Desa Jikotamo, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan, resah. Bagaimana tidak, populasi buaya semakin berani menampakkan diri di sekitar kampung mereka. Setidaknya dua nyawa melayang akibat serangan hewan liar ini.

Kemunculan buaya terbaru di Jikotamo terjadi Selasa (10/7/2018) dini hari pukul 00.00 WIT. Beberapa ekor buaya dilaporkan berkeliaran di dalam kampung pesisir tersebut. Warga yang panik berusaha menangkapnya namun tak berhasil.

Anggota Polsek Pulau Bacan yang juga warga Jikotamo Brigpol Sumardin Lukman menuturkan, kemunculan buaya di sekitar kampungnya makin sering terpantau sejak awal tahun 2018. Puncaknya pada Mei lalu, seorang warga Desa Buton, Kecamatan Obi Induk, yang tengah menyelam untuk memanah ikan menjadi korban serangan buaya. Korban yang juga seorang mantan kepala desa itu tewas seketika. "Lalu pada Juni lalu, seorang karyawan perusahaan tambang nikel PT Trimega Bagun Persada juga dilaporkan tewas, diduga kuat akibat serangan buaya. Ia tewas saat memanah ikan di laut yang dekat hutan bakau juga, korban merupakan warga Manado Sulawesi utara" ungkapnya kepada nusantaratimur.com, Selasa (10/7/2018).

Menurut Sumardin, buaya tak hanya muncul di sekitar Jikotamo, melainkan di hampir seluruh perairan Pulau Obi. Utamanya yang berdekatan dengan hutan mangrove. "Sebelumnya saya lihat mata kepala kong saya mo tembak pa dia cuma tako jang salah aturan, besok harinya brigpol hendrik dan dua securty melihat secara langsung dengan mata kepala di pantai sped boad PT WP ada dua ekor buaya yang berkeliaran sehingga brigpol hendrik dan securty tersebut memberinya makanan," tuturnya.

Keesokan harinya, sambung Sumardin, salah satu rekannya, Brigpol Hendrik, memberi makan buaya-buaya tersebut. "Kalau itu penampakan buaya yang saya lihat dengan mata kepala sendiri," katanya.

Seekor buaya yang berhasil ditangkap warga desa jikohy kecamatan obi barat menjadi tontonan, Kamis (21/6/2018). belum dipastikan tindakan selanjutnya yang bakal diambil untuk buaya tersebut. (foto istimewa).

Setelah berjatuhan korban, warga Obi selalu trauma dengan kemunculan reptil raksasa tersebut. Tak heran, pekan lalu warga Desa Jikohay, Kecamatan Obi Barat, menangkap dan membunuh dua ekor buaya yang masuk ke dalam kampung mereka dan memakan seekor kambing milik warga. Di Obi sendiri tak ada instansi khusus yang bertugas menangkari hewan-hewan dilindungi seperti buaya. "Buaya ini berkeliaran di perkampungan. Warga secara beramai-ramai menangkap buaya laknat itu lalu membunuhnya. Memang lautan pesisir pantai Obi sudah menjadi sarang buaya," ungkap Sumardin.

Sebagai anggota kepolisian dan warga Obi, Brigpol Sumardin mengimbau masyarakat Obi agar berhenti memanah ikan di malam hari. Selain itu, perlu juga berhati-hati mencari hasil laut di siang hari. "Untuk saudara-saudara nelayan yang ada di kampung, saya berharap agar berhati-hati dan waspada karena buaya sudah dipastikan berada di semua pesisir pantai beserta telur-telurnya. Berhati-hatilah ketika melaut, jangan sampai ada lagi jatuh korban lantaran diterkam buaya," imbaunya.(iel)


 Video: penampakan buaya dipesisir pantai hol sagu PT Wanatiara Persada, dukomentasi diambil Brigpol Hendrik dan securty PT Wanatiara Persada.

Komentar Anda

Berita Terkini