Buka Kotak Suara, Ketua dan Dua Komisioner KPU Halut Diperiksa Panwaslu

/ Senin, 02 Juli 2018 / 22.38

 
Devisi Hukum dan Penindakan Panwaslu Halut Suparman Pauwah. (Foto: Zhar/Nusantaratimur.com)

HALUT - Panitia Pengawas Pemilu Halmahera Utara menjadwalkan pemanggilan Ketua dan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halut untuk diperiksa hari ini (3/7/2018). Pemeriksaan terhadap Muchlis Kharie dan dua anggotanya, Rasmin Abd. Mutalib dan Mustahid Kolono, terkait dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu. Selain ketiganya, Panwaslu juga akan memeriksa Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Galela Utara.

Komisioner Panwaslu Halut Divisi Hukum dan Penindakan Suparman Pauwah menuturkan, informasi pelanggaran pemilu tersebut diperoleh dari Panwascam. 

"Karena itu ketiga komisioner KPU kami panggil untuk dimintai keterangan," tuturnya, Senin (2/7/2018).

Disentil mengenai dugaan pelanggaran kode etik sendiri, Suparman menyebutkan bahwa Ketua KPU beserta dua anggotanya dengan sengaja memerintahkan PPK Kecamatan Galela Utara untuk membuka kotak suara. Alasannya, ada sejumlah berkas yang harus diperbaiki. 

"Kotak tersebut tidak bisa sama sekali dibuka sebelum dilakukan pleno tingkat kabupaten. Meski dibuka dengan alasan yang disampaikan tetapi harus ada saksi masing-masing kandidat bersama panwascam yang bertugas," tegasnya.

Karena itu, lanjut Suparman, pihaknya bakal menyeriusi persoalan ini. Sebab jika nantinya ada dugaan pelanggaran yang mengarah pada unsur pidana, maka diproses sesuai dengan hukum yang berlaku terkait UU Pemilu. 

"Unsur pidananya akan kami lihat. Jika ada perubahan pada Form C1 maka akan diproses. Malam ini (kemarin, red) kami akan membahas di tingkat Gakkumdu untuk dikaji," ujarnya. (Zar/iel)
Komentar Anda

Berita Terkini