Buka Kotak Suara, KPU Malut : Saksi Paslon Tidak Wajib Hadir, Ada Apa?

/ Sabtu, 28 Juli 2018 / 20.26

  
Syahrani Somadayo (Ketua KPU Malut)
TERNATE -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara batal membuka kotak suara, lantaran pintu ruangan penyimpanan kotak suara di gembok pihak kepolisian.

Pasalnya, pembukaan kotak suara untuk melakukan pengecekan semua dokumen terkait pokok permohonan yang disampaikan pemohon  pasangan calon  Gubernur dan Wakil Guebrnur  Malut KH. Abdul Ghani Kasuba dan Ir. Al Yasin Ali (AGK-YA) yang saat ini telah di sangketakan di Mahkama Konstitusi (MK).

Menurut Ketua KPU Malut Syahrani Somadayo, alasan pembukaan kotak suara atau  pengecekan kelengkapan dokumen yang nantinya disampaikan ke MK melalui KPU RI.

“ Pengecekan dan pembukaan kotak suara ini juga tidak diwajibkan para saksi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara untuk hadir.” KPU tidak mewajibkan saksi paslon gubernur untuk hadir mengikuti proses pembukaan kotak suara,” tegas Syahrani.

Dengan begitu, Syahrani juga mengaku, dua buah gembok yang melekat di pintu ruangan penyimpanan kotak suara tersebut disimpangkan oleh pihak keamanan, setelah dilakukan pengecekan/pembongkaran kotak suara untuk kelengkapan dokumen yang akan disampaikan MK pada sidang selanjutnya.
 
Baru tadi malam kami terima pokok permohonan pemohon pasca sidang di MK, sehingga kita pelajari dulu, apa-apa saja yang dibuka, karena hari senin batas waktu, tapi hari minggu sudah lapor di KPU RI,” kata Syahrani.

lanjut Kata Syahrani,  alasan pembukaan kotak suara tersebut KPU hanya melakukan scan ulang dan selanjutkan disampaikan ke MK seperti formulir C-1 yang kita scan, dan dokumen pendukung lain yang ada dalam kotak suara seperti DPHTb, ujarnya. (red)
Komentar Anda

Berita Terkini