Bupati Pecat Kades Togasa

/ Minggu, 22 Juli 2018 / 20.38

Pertemuan yang digelar antara Pemkab Halut, TNI/Polri, dan warga dua desa di Galela Utara, Minggu (22/7/2018).

HALUT – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara mengambil langkah cepat menangani dampak insiden pembacokan di Desa Togasa, Kecamatan Galela Utara. Minggu (22/7/2018) kemarin, Bupati Frans Manery, Wakil Bupati Muchlis Tapi Tapi, Dandim 1508/Tobelo Letkol (Kav) Tri Sugiarto, dan Wakapolres Halut Kompol Ibnu Hajar turun langsung menggelar pertemuan dengan warga Desa Togasa dan Tutumaloleo. 

Frans juga langsung memutuskan memecat oknum Kepala Desa Togasa yang terlibat perkelahian, Noak Ganap.

Dalam pertemuan di halaman kantor camat Galela Utara itu, Bupati Frans mengecam tindak kriminal yang dilakukan Kades Togasa. Menurutnya, sebagai kades Noak seharusnya dapat menyelesaikan persoalan tersebut tanpa pertumpahan darah.

"Yang dilakukan oleh kades itu tidak menunjukkan sikap sebagai seorang pemimpin di desa. Dan saya akan menonaktifkan Kades Togasa dari jabatannya. Saya juga berharap agar kita semua mampu menjaga keamanan dan kedamaian yang sudah tercipta ini, jangan terprovokasi dengan isu murahan yang ingin memutuskan tali silaturahmi antarumat manusia, khususnya di Halut," tegasnya.

Politikus Partai Golkar itu juga menyerahkan proses hukum atas Noak kepada pihak kepolisian. “Tindakan yang dilakukan oleh Kades Togasa Noak Ganap adalah murni tindakan kriminal dan biarlah proses hukum berjalan. Saya berharap selesai dari pertemuan ini kembali ke desa dan sampaikan bahwa ini bukan permasalahan kelompok atau antar desa," katanya.

Sementara Wakapolres Kompol Ibnu Hajar menegaskan, saat ini pihaknya tengah menangani persoalan yang terjadi beberapa waktu lalu antara warga Desa Tutumaloleo dengan Kades Togasa.

Menurutnya, Kasus tersebut ialah tindak pidana berat yang harus diproses hukum sesuai undang-undang yang berlaku. "Apa yang dilakukan itu tidak dapat ditolerir sama sekali dan harus diproses sesuai dengan undang-undang. Kami berharap agar masyarakat harus tetap menjaga keamanan dan ketertiban di dua desa, Togasa maupun Tutumaloleo," tukasnya.

Sedangkan Dandim 1508/Tobelo Letkol (Kav) Tri Sugiarto ikut menyentil etika berpemerintahan. Menurutnya, Kades Togasa harus mampu menyelesaikan persoalan melalui musyawarah ataupun kekeluargaan di tingkat kecamatan untuk memperoleh solusi. Dengan begitu, kedua belah pihak tak ada yang merasa dirugikan.

"Saya mengingatkan kembali bahwa Halmahera Utara dan Maluku Utara adalah ikon perdamaian di Indonesia. Oleh karena itu kita harus menjaga kedamaian yang sudah tercipta ini. Selaku warga negara yang baik kita hindari berbagai isu-isu yang nanti bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," tandasnya.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut adalah Asisten Bupati Bidang Pemerintahan EJ Papilaya MTP, Kasatpol-PP FN Sahetapy, dan Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Wenas Rompis. Juga tokoh agama dan masyarakat dua desa. (jaha)
Komentar Anda

Berita Terkini