Direktur LSM Lidik : Percayakan Kasus Pemukulan Kepada Pihak Kepolisian

/ Rabu, 18 Juli 2018 / 18.33
Ilustrasi Penganiyayaan.
TERNATE- Kasus premanisme yang menimpah direktur LSM Institut Demokrasi, Muhammad Saifudin mendapatkan tanggapan beragam dari masyarakat dan penguna media sosial (Medsos). Pasalnya, Muhammad Safrudin di pukuli usai melakukan Aksi Unjuk rasa di depan Polda Malut dan Kejati Malut pada senin 16/7 oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK).

Tak sengaja di temui, Direktur LSM Lembaga Investigasi dan informasi kemasyarakatan (Lidik) Maluku Utara, Syamsul Hamja menunjukan rasa keprihatinannya atas kejadian yang menimpa Muhammad Saifudi.

"Saya atas nama direktur LSM Lidik Provinsi Maluku Utara ingin menyampaikan keprihatinan atas kejadian premanisme yang di alami oleh salah satu direktur LSM di Malut".ucap Syamsul Hamja yang biasa di sapa ko Acul. Rabu (18/7/2018)

Namun dirinya mengingatkan, kepada seluruh kawan-kawan aktifis maupun LSM se Maluku Utara, khususnya teman-teman LSM Institut demokrasi yang kemarin aksi di Polda Malut terkait kasus korupsi pengadaan kapal muling 13 untuk menyerahkan kasus sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

"Unjuk rasa merupakan hak teman teman LSM dan aktifis tapi paling tidak kita juga punya dasar bagaimana menyuarakan seluruh kasus kasus korupsi di Maluku Utara itu hak kebebasan yang di lindungi oleh undang undang,"Jelasnya

Menurutnya, kasus pemukulan tersebut telah di serahkan kepada pihak berwajib maka dirinya berharap agar teman-teman menunggu kasus tersebut di selesaikan oleh pihak kepolisian dan dipastikan pelakunya akan di adili.

"saya kira proses itu sudah sampai ke pihak kepolisian maka selaku direktur LSM lidik menyampaikan kita serahkan saja ke polisi agar supaya menyusut tuntas kejadian itu supaya tidak lagi membias ke seluruh stakeholder dan teman teman LSM maupun aktifis yang ada di Malut," jelasnya

Lanjutnya, Ko Acul mengingatkan, agar teman-teman aktivis maupun LSM untuk tidak berspekulasi bahwa pemukulan itu di tunganggi (suruhan) oleh seseorang ataukah kelompok siapapun karena tuduhan harus dibuktikan faktanya dan undang undang juga melindungi itu.

"saya mendukung penuh apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian saat ini untuk segera mengusut tuntas kejadian premanisme dan tidak perlu teman teman LSM dan teman teman aktifis membesar-besarkan soal isu ini, karna saya yakin dan percaya kalo misalkan teman teman membesarkan yang pasti ada imbasnya juga,".Ingatnya


Sambungnya, kejadian itu merupakan fakta tetapi si korban sudah melakukan langkah untuk segera melaporkan kepada pihak mepolisian, maka menurut saya, biarkanlah polisi yang bekerja dan tidak perlu berspekulasi yang berlebihan agar tidak membias ke masyarakat.Tutupnya (RN)
Komentar Anda

Berita Terkini