Dua Bacaleg di Halut Terancam Gugur

/ Kamis, 19 Juli 2018 / 00.36
Oknum bacaleg yang melakukan kampanye mendahului tahapan jadwal kampanye di media sosial.

HALUT - Tampaknya, tak semua bakal calon legislatif memahami aturan tahapan pemilihan legislatif. Hal ini terlihat dari sejumlah bacaleg yang telah melakukan kampanye di media sosial. Padahal jadwal kampanye sendiri ditetapkan pada 23 September 2018 mendatang sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Oknum bacaleg yang diketahui telah melakukan kampanye colongan adalah Alferiano Melesen dari Partai Nasdem dan Irfan Soekoenae dari Partai Kebangkitan Bangsa. Keduanya curi start sehari pasca pendaftaran bacaleg dari masing-masing partai, Selasa (17/7/2018).

Alferiani Melesen melakukan kampanye melalui akun Facebook-nya. Ia mengunggah foto dirinya disertai lambang partai, nomor urut, dan logo coblos.

Sedangkan Irfan melalui spanduk yang tertera foto, logo partai, dapil dan nomor urut masing-masing pada spanduk.

Ketua Panwaslu Halut Rafli Kamaludin ketika dikonfirmasi mengatakan, UU 7/2017 telah mengatur mengenai ketentuan jadwal kampanye yang ditetapkan KPU Pusat. Selain itu, jauh hari sebelumnya pihak Panwaslu dan KPU juga telah mengimbau secara resmi kepada partai agar tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran dimaksud.

Prinsipnya langkah pencegahan ini yang diutamakan. Jika ada calon anggota legislatif yang melakukan pencitraan lewat medsos atau Alat Peraga Kampanye (APK) tentunya ini pelanggaran pidana pemilu," tegasnya, Rabu (18/7/2017).

Menurut Rafli, hal yang disampaikan merupakan informasi awal. Namun pelanggaran ini akan ditindaklanjuti secara serius.  Apalagi persoalan pelanggaran ini terbawa hingga ke ranah hukum pidana.

"Langkah pencegahan ini juga telah disampaikan. Dan sanksinya tertuang dalam pasal UU Nomor 7 Tahun 2017 pasal 276 ayat (2), dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun dan fenda paling banyak Rp 12 juta," tandasnya.(jaha)
Komentar Anda

Berita Terkini