Dua Bocah Kakak Beradik Tewas Tenggelam

/ Selasa, 31 Juli 2018 / 00.22
Jenazah Yondri dan Nizam, dua kakak beradik yang tewas tenggelam di Pelabuhan Kontainer Tobelo, saat dievakuasi warga dari laut di sekitar dermaga pelabuhan, Senin (30/7).

HALUT - Pasangan suami istri Waluyo dan Sri harus kehilangan dua buah hati mereka pada hari yang sama. Dua putra warga Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara itu ditemukan tak bernyawa dalam kondisi terapung di areal Pelabuhan Kontainer Tobelo, 1,6 kilometer dari desa mereka. Yondri (8) dan Nizam Alfouzan (5) diduga tenggelam saat tengah berenang di laut.

Tubuh Yondri dan Nizam pertama kali ditemukan warga Desa Rawajaya, Tobelo sekitar pukul 15.00 WIT, Senin (30/7). Hatau (45) dan Haris (35), dua orang pertama yang menemukan Yondri dan Nizam mengaku tubuh keduanya terapung di lokasi terpisah sekira 50 meter.

Hatau yang bekerja sebagai tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di pelabuhan tersebut menuturkan saat itu ia tengah berada di dermaga kontainer. Lalu dilihatnya tubuh seorang bocah yang terbawa arus dari utara ke selatan. Hatau lalu berteriak meminta pertolongan sembari lompat ke laut dan berenang ke arah korban. “Saya pikir hanya ada satu anak saja, padahal teman saya Haris dan sejumlah rekan kerja sedang mengangkat satu anak lagi di sisi kanan pelabuhan," tuturnya.

Setelah dua korban diangkat ke dermaga, tak ada satu warga pun yang mengenali keduanya. Warga bahkan membuat pengumuman di beberapa masjid agar semua warga di desa sekitar bisa berkumpul untuk mengidentifikasi korban. “Kami sudah umumkan di masjid, dengan maksud agar ada orang tua atau kerabat yang bisa mengenali korban," sambung Hatau.

Pengumuman temuan dua mayat bocah yang tak dikenali itu juga bahkan ramai beredar di media sosial. Meski begitu, tak ada satu pun yang datang untuk mengklaim. Anggota Polres Halut lantas membawa jenazah Yondri dan Nizam ke RSUD Tobelo untuk diidentifikasi.

Waluyo dan Sri, orang tua korban, baru tiba di RSUD pukul 16.00 WIT setelah kedua anak mereka tak kunjung pulang ke rumah dan kabar temuan korban tenggelam kian luas tersebar. Sesampainya di rumah sakit, Sri langsung menangis histeris setelah meyakini tubuh kaku tersebut adalah anak-anaknya. Sementara Waluyo tak bisa berkata-kata dan hanya menangis pedih. Yondri dan Nizam merupakan anak pertama dan kedua pasutri ini. Keduanya masih punya satu adik perempuan berusia 6 bulan.
  
Kapolres Halut AKBP Irfan Indarta saat dikonfirmasi menuturkan, kedua korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa. Setelah mendapat laporan dari para buruh dan saksi yang saat itu sedang bekerja, personel yang bertugas di Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3), Bripka Safrudin Doya langsung menuju tempat kejadian perkara untuk mengevakuasi korban ke RSUD Tobelo. "Identitas korban adalah Nizam, usia 5 tahun, siswa TK, dan Yondri, 8 tahun, siswa SD," tuturnya.

Dia menambahkan, orang tua korban, Waluyo, mengaku saat kejadian dirinya tak tahu menahu. Pasalnya, Waluyo tengah bekerja di bengkel besi tua milik Garjito di Desa Gosoma. “Katanya kedua anak ini tadi siang ada di rumah. Setelah diberi makan oleh ibunya, keduanya keluar rumah tanpa memberi tahu ibu mereka. Setelah itu orang tua mendapat kabar keduanya ditemukan meninggal dunia terapung di laut dekat dermaga Pelabuhan Kontainer," ungkapnya.

Irfan juga mengimbau warga agar memperhatikan anak-anak mereka. Selain itu, dia meminta agar anak-anak dilarang berenang di sekitar Pelabuhan Kontainer, mengingat lokasi tersebut bukan tempat yang ideal untuk berenang. “Selain banyak kapal yang lalu lalang, di sana juga banyak kontainer dan benda berat lainnya. Sangat berbahaya, terutama untuk anak-anak,” ujarnya.

Saat ini, kedua jenazah korban sudah dibawa keluarga ke rumah duka untuk dikebumikan. "Sebab kematian korban belum diketahui. Untuk saat ini kasusnya sudah di tangan kepolisian, dan Reskrim sudah menyelidiki penyebab kematian kedua korban," pungkas Irfan. (Tim)
Komentar Anda

Berita Terkini