Forum Rakyat Malut Minta DKPP Memberhentikan Komisioner KPU dan Bawaslu Malut

/ Rabu, 11 Juli 2018 / 23.29
Aksi Forum Rakyat Malut di Jakarta. Rabu (11/7)
TERNATE- Ketidak netralan penyelenggara dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara Tahun 2018.  Forum Rakyat Malut menggelar aksi unjuk di Jakarta atas sejumlah pelanggaran dalam hasil pelaksanaan Pilkada tanggal 27 Juni 2018. 

Pasalnya, Aksi Forum Rakyat Malut, Rabu (11/7), mendesak Komisi Pemilihan Umun (KPU) Republik Indonesia, Bawaslu Republik Indonesia, DKPP RI, KOMNAS HAM dan Kementerian Dalam Negeri segera menyelesaikan sejumlah persoalan yang terjadi di Pilkada Malut.

Tak hanya itu,  Forum Rakyat Malut juga mendesak Komisioner Bawaslu RI segera menindaklanjuti pelanggaran Pilkada Malut. 

Massa Forum Rakyat Malut juga mendatangi gedung DKPP RI, agar memberikan sanksi terhadap komisioner Bawaslu Malut. Sebab diduga komisioner Bawaslu tidak netral dalam pengawasan tahapan Pilkada Malut. 

“ Komisioner Bawaslu Malut terindikasi berpihak ke salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Malut,” teriak Rafiq Kailul. 

Forum Rakyat Malut juga meminta KPU RI segera membatalkan seluruh hasil pemilihan Pilkada Malut karena disinyalir ada sejumlah temuan pelanggaran secara masif dan terstruktrur.

“ Kami mendesak DKPP RI agar memberhentikan secara tidak hormat kepada komisioner KPUD Malut karena terbukti melakukan kejahatan pelanggaran pemilukada gubernur dan wakil gubernur Malut,” tegas Rafiq.

“ Kami juga meminta KPU RI agar mengambil alih hasil pleno rekapitulasi perolehan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur, dan mendesak KPU dan Bawaslu RI agar mengeluarkan surat perintah untuk melakukan pencoblosan ulang (PSU) di 6 (Enam) desa kabupaten Halmahera barat,” cecarnya.

Komisioner DKPP harus menginvestigasi pelanggaran yang terjadi di empat kabupaten dan enam desa yang terindikasi bahwa KPU dan Bawaslu telah melanggar hak asasi manusia (HAM) dikarenakan masyarakat di enam desa tidak melakukan pencoblosan dan mengancam para pemilih. (Red/tim)
Komentar Anda

Berita Terkini