IPMI Makayoa Kecam Tindakan Kekerasan Kades Gayap

/ Rabu, 11 Juli 2018 / 00.32
Ilustrasi
TERNATE - Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia (IPMI) Makian-Kayoa (Makayoa) Provinsi Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum caretaker Kepala Desa (Kades) Gayap Kecamatan Kayoa Utara Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Marwan Hi Anas yang menganiaya Munjia Abdurasyid, ibu rumah tangga yang juga merupakan warganya sendri pada beberapa hari lalu.

Ketua umum IPMI Makayoa Risno Lutfi saat di konfirmasi mengatakan,aksi premanisme yang dilakukan oleh Pjs Kades Gayap kepada salah satu warga beberapa waktu lalu itu merupakan sebuah tindakan agresif yang diperlihatkan seorang pimpinan kepada masyarakat.

"Semestinya seorang pimpinan harus bersikap bijak dalam menanggapi permasalahan yang terjadi, bukan menunjukan watak arogansinya. Sehingga hal itu dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakatnya," Kata Risno saat di konfirmasi di Cafe Jarod Kelurahan Stadion kecamatan Ternate Tengah Selasa, (10/7/2018) Malam tadi

Lanjut Risno, untuk itu pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Halamahera Selatan dalam hal ini bupati Bahrain Kasuba melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) agar segera mengevaluasi Caretaker Kepala Desa Gayap dan meminta camat Kayoa Utara untuk memberhentikan dari jabatannya sebagai Kades sebelum menambah korban masyarakat lainnya.

"Yang bersangkutan ini selain Kades juga merupakan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) tenaga pengajar (Guru) di Sekolah Dasar (SD) yang ada Desa itu, ini sangat disayangkan maka kami secara lembaga meminta pemeritah Halsel segera mengevaluasi Kades tersebut," tegasnya.

Hal senada juga dilontarkan Hariyadi Manan (Pengurus IPMI Makayoa) ia menegaskan, kasus penganiayaan terhadap salah satu warga Desa Gayap Kecamatan Kayoa Utara yang dilakukan oleh Kades adalah sikap tidak terpuji yang dilakukan seorang pejabat Desa.

"Dalam penganiayaan yang terjadi pada Sabtu tanggal 7/7 kemarin menunjukan satu hal yang tidak berasas kemanusian, sebagai seorang pimpinan penting kiranya memperhatikan dan mengayomi masyarakat, bukan melakukan penganiayaan.

"Terkait kasus ini IPMI Makayoa Provinsi Maluku Utara ikut prihatin, sebagai generasi Muda Makayoa kami meminta Bupati Halsel dan Kadis PMD segera mengevaluasi Carteker Kades Gayap atas tindakanya, agar menjadi efek jerah buat sorang pejabat Desa yang statusnya juga seorang PNS," tutupnya.

Kejadian penganiayaan itu terjadi pada hari Sabtu (7/07/2018) lalu sekitar pukul 15.00 WIT, saat itu Marwan (Kades) bersama beberapa staf pemerintah Desa tanpa melakukan berkordinasi terlebih dahulu merusak rabat beton milik Munjia (Korban), melihat hal itu korban pun menghampiri dan langsung mencegahnya dengan alasan rabat beton tersbut baru selesai dibuat oleh suaminya.

Tak terima dicegah oleh korban, aduh mulut pun tak terhindarkan, setelah terjadi adu mulut antara korban dan beberapa kaur Desa, korban memilih masuk ke dalam rumah dan berdiam diri, sejumlah kaur Desa kemudian mengejar korban hingga kedalam rumah dan terjadi cekcok kembali, setelah beberapa menit kemudian Kades Marwan masuk melalui pintu belakang dan langsung melayangkan pukulan dari belakang ke arah korban hingga korban merasa punsing, tak sampai distu Kades terus melayangkan pukulan kearah wajah korban hingga korban terjatuh dan berteriak meminta pertolongan kepada tetangganya sehingga warga beramai-ramai mendatangi rumah korban, menyadari hal itu pelaku yang juga Kades ini langsung mengihandar dan kabur dari rumah korban,(cul).
Komentar Anda

Berita Terkini