Kampanye di Luar Jadwal Terancam Hukuman 1 Tahun Penjara

/ Selasa, 24 Juli 2018 / 16.46
Kasubag Hukum, Humas & Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Malut, Irwanto Djurumudi
TERNATE – Kecangihan Teknologi di zaman Moderenisasi di manfaatkan oleh para bakal calon legislatif (Bacaleg) untuk melakukan Star awal dalam melakukan kampanye untuk meraih dukungan masyarakat terutama di media sosial (Medsos), Namun Hal yang dilakukan jelas bertentanggan dengan aturan yang berlaku, Pasalnya Kampanye yang di jadwalkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU)  di mulai pada tanggal 23 september 2018 – 13 april 2019, namun telah di lakukan oleh sebagian bacaleg.

Menanggapi maraknya kampanye di medsos sebelum jadwal yang ditentukan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku Utara mengingatkan para caleg untuk menahan diri dan menunggu waktu kampanye yang di jadwalkan oleh KPU.

“ dalam pasal 492 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 telah jelas bahwa setiap orang yang dengan sengaja berkampanye di luar jadwal yang ditetapkan KPU sebagaimana yang dimaksut pasal 276 ayat 2 Undang – Undang  di ancam pidana kurungan maksimal 1 tahun penjara dan denda maksimal RP 12 Juta,” Jelas, Kasubag Hukum, Humas & Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Malut, Irwanto Djurumudi saat di temui di ruangannya. Selasa (24/7/2018)

Menurutnya, kampanye yang di jadwalkan oleh KPU akan di mulai pada bulan september 2018 dan akan berakhir di bulan april 2019, maka dirinya, meminta untuk para caleg tidak mencuri star atau melakukan kampanye sebelum jadwal kampanye yang telah di tentukan.

 “ Penetapan kampanyenya kan  di mulai nanti pada tanggal 23 september sampai 13 april 2019, saya rasa dalam waktu kurang lebih 6 bulan itu cukup dan sanggat efektif untuk melakukan kampanye, maka para caleg harus bersabar dan menunggu hingga jadwal yang di tentukan,” Himbaunya

Dirinya menegaskan, selaku pengawas pemilu, bawaslu akan terus mengawasi para caleg jika kedapatan melakukan kampanye di luar jadwal yang telah di tentukan terutama di media sosial (Medsos)  maka bawaslu tidak akan segan-segan menindak lanjuti dan memberikan sanksi tegas. Tegasnya (RN)
Komentar Anda

Berita Terkini