Kapolda Sulbar : Oknum Yang Katai ‘ Wartawan Diternak’ Segera Dipanggil

/ Jumat, 06 Juli 2018 / 15.19
Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar), Brigjen. Pol. Drs. Badaruddin Djafar bersama jajarannya

PASANGKAYU, Sulbar - Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar), Brigjen. Pol. Drs. Badaruddin Djafar menegaskan, oknum yang mengatakan " Wartawan di ternak dan Pembuat Hoax" akan segera dipanggil.

"Yang itu harus kita proses, saya minta kepada Kapolres untuk segera menindaklanjuti sehingga wartawan selaku masyarakat yang harus juga dilayani, tentu merasa senang apabila langkah yang ditempuh benar atau professional," tegas Kapolda Sulbar saat diwawancarai oleh Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Sulbar, Basri Sangkala, usai kegiatan press conference di Aula Polda Sulbar, jumat (5/7).

Menurut Kapolda, pihaknya akan telah menghubungi Kapolres Mamuju Utara, agar laporan terkait dugaan pencemaran nama baik tersebut segera ditindaklanjuti sesuai prosedur yang ada.

"Ini saya tegaskan, segera kita panggil" kata Kapolda.
Sebelumnya, seperti yang ramai diberitakan di media online bahwa seorang warga Kabupaten Pasangkayu, inisial ERB dilaporkan ke Polres Mamuju Utara, oleh Sekertaris IWO Pasangkayu, Sudirman, karena diduga telah mencemarkan nama baik Wartawan di Pasangkayu melalui komentarnya di akun media sosial Facebook miliknya.

Dalam komentarnya ERB menuding Wartawan di Pasangkayu tidak dapat melakukan fungsi kontrolnya karena telah di ternak, diberi makan minum, dan diikat.

“Susah krna sebagian besar mereka sudah diternak. Dikasi makan minum lalu diikat,” tulis ERB di akun FB pribadinya. Sebagian oknum Wartawan di Kab. Pasangkayu juga memuat berita-berita hoax dan pencitraan.
“Mana semuami itu oknum wartawan ternak. Tulis donk…jangan hanya berita hoax/pencitraan yang dimuat. Tulisnya lagi.

Atas tudingan tersebut, ERB dilaporkan dengan dugaan melanggar Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE Pasal 27 ayat (3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE Pasal 45 ayat 1 : setiap orang yang memenuhi unsur sebagimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4) dipidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah). (red/IWO)
Komentar Anda

Berita Terkini